Angka Kematian Pasien Covid-19 Mendekati 500.000 Secara Global

Petugas medis bersiap memeriksa masyarakat di Michigan Health Professionals Covid-19 melalui fasilitas pengujian di Millennium Medical Group di Farmington Hills, Michigan, Amerika Serikat, Selasa (7/4/2020). Menurut data departemen kesehatan kota menunjukkan jumlah kasus virus corona yang dikonfirmasi dari Detroit terus meningkat lebih dari 5.500 pasien dan 221 diantaranya meninggal. Bloomberg - Emily Elconin
18 Juni 2020 11:07 WIB Duwi Setiya Ariyanti News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA— Angka kematian akibat virus corona mendekati angka 500.000 setelah total kasus positif menyentuh 8 juta belum lama ini.

Dikutip dari data Johns Hopkins University, Kamis (18/6/2020), angka kematian secara global akibat corona mencapai 446.257. Jumlah kenaikan angka kematian sejalan dengan tren penambahan kasus baru yang masih berjalan yakni sebesar 8,28 juta.

Adapun, Amerika Serikat menjadi penyumbang terbesar jumlah kematian akibat corona dengan 117.622 kasus. Lalu, diikuti oleh Brasil dengan 45.221 jiwa yang meninggal dunia akibat corona.

Di urutan ketiga, terdapat Inggris dengan angka kematian menyentuh 42.238, setingkat di atas Italia dengan jumlah kematian 34.448. Di posis kelima, terdapat Prancis dengan 29.578 kematian.

Depok Masih Tertinggi, Ini Sebaran 77 Kasus Covid-19

Di sisi lain, figur jumlah kasus sedikit berbeda dengan angka kematian. Pasalnya, urutan dua teratas penyumbang angka kematian juga menyumbang jumlah kasus tertinggi yakni AS dengan 2,16 juta kasus dan Brasil dengan 923.189 kasus.

Lalu, mulai dari urutan ketiga penyumbang kasus positif tertinggi bukanlah negara yang berada di urutan yang sama sebagai penyumbang kematian terbanyak. Seperti Rusia yang mencatatkan kasus positif 552.549 namun angka kematian 7.468.

Kemudian, India dengan total kasus 354.065 namun memiliki tingkat kematian 11.903. Terakhir, Inggris dengan total kasus 300.717 tetapi memiliki angka kematian tiga teratas secara global.

Terlepas dari itu, AS yang masih menduduki posisi pertama dan jumlah kematian tertinggi sejalan dengan penambahan kasus beberapa negara bagiannya.

Data gabungan dari Johns Hopkins University dan Bloomberg mencatat penambahan kasus 25.083 dalam sehari atau 1,2 persen. Angka ini melampaui angka kenaikan rata-rata harian yakni 1,1 persen.

Dalam kurun waktu 24 jam, penambahan kasus di Texas mencapai 3,4 persen atau melampaui tambahan rata-rata harian yakni 2,7 persen sehingga total kasusnya menyentuh 96.335. Di sisi lain, angka perawatan akibat corona naik 11 persen atau yang tertinggi sejak pandemi dimulai.

Penambahan kasus juga berdampak pada jumlah tempat tidur di rumah sakit yang semakin sesak. Hal itu ditandai dengan dua rumah sakit yang tak lagi mampu menampung pasien baru karena telah mencapai titik jenuh.

Di negara bagian lainnya yakni Florida, jumlah kasus corona mencapai yang tertinggi sejak April. Jumlah pengidap corona naik 10,3 persen dalam sehari, mengulang potret pada April dengan lonjakan 10 persen.

Gubernur Ron DeSantis mengatakan penambahan kasus menandakan kenaikan jumlah pengetasan dan isolasi termasuk di lokasi seperti di ladang pertanian, penjara dan pabrik. Dengan demikian, tambahan kasus tersebut tak menjadi alasan untuk menutup kembali ekonomi.

“Kami tidak akan menghentikan kegiatan. Kami terus maju,” katanya seperti dikutip dari Bloomberg.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia, Bloomberg