Zona Merah di Jawa Tengah Tersisa 3 Daerah, Ini Keterangan Ganjar

Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo. - Ist/Dok Pemprov Jateng
16 Juni 2020 02:17 WIB Imam Yuda Saputra News Share :

Harianjogja.com, SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, mengklaim tinggal tiga kabupaten/kota di Jateng yang masuk kategori zona merah persebaran Covid-19. Ketiga daerah itu yakni Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Magelang.

Hal itu disampaikan Ganjar seusai rapat percepatan penanganan Covid-19 di Gedung A Kantor Gubernur Jateng, Kota Semarang, Senin (15/6/2020). Selain ketiga daerah tersebut, seluruh daerah lain sudah masuk dalam zona kuning.

“Dari laporan dan analisis semuanya, hari ini tinggal Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Magelang yang masih zona merah [ di Jateng ]. Sementara lainnya masuk zona kuning, bahkan Banyumas dan Wonosobo sudah cenderung hijau,” ujar Ganjar.

Terhadap tiga daerah yang masih zona merah itu, Ganjar pun akan memberikan instruksi khusus. Instruksi diberikan kepada kepala daerah di tiga wilayah itu agar memperketat kegiatan masyarakatnya.

Di daerah zona merah Jateng itu, penerapan protokol kesehatan harus diperketat. Begitu pula pembatasan sosial yang masih diberlakukan karena risiko penularan Covid-19 masih tinggi.

"Di tiga daerah itu saya minta berhati-hati betul. Tolong kegiatan semuanya diperketat lagi. Kalau ada kegiatan masyarakat yang berkerumun, tolong dilarang. Nanti saya akan kirim surat agar pembatasan lebih diperketat,” tegasnya.

Ganjar menerangkan surat itu penting karena dirinya melihat masyarakat masih banyak yang tidak memperdulikan protokol kesehatan. Di Kota Semarang yang masih jadi zona merah di Jateng misalnya, Ganjar masih melihat banyak orang berkerumun tanpa jarak dan tak mengenakan masker.

"Kemarin saya sepedaan di Kota Lama dan Simpanglima. Luar biasa banyak masyarakat, seperti ada event saja. Ini kan bahaya, makanya akan saya buat surat khusus agar kegiatan itu dibatasi bahkan diperketat," terangnya.

Untuk daerah lain yang sudah zona kuning, Ganjar juga meminta semuanya tetap berhati-hati. Sebab tidak menutup kemungkinan, persebaran virus corona akan kembali terjadi dan bisa kembali masuk zona merah Jateng.

Oleh karenanya, ia pun meminta seluruh kepala daerah di Jateng melakukan persiapan dan melakukan penataan. Terutama, di tempat publik seperti pasar tradisional dan pusat keramaian.

"Saya minta seluruh pasar tradisional di Jateng [ baik zona merah maupun kuning ] ditata. Kalau perlu ditutup selama tiga hari untuk kemudian ditata jaraknya. Saya minta juga ada petugas yang berjaga agar pedagang dan pembeli semuanya aman," ucapnya.

Ganjar juga meminta seluruh Bupati/Wali Kota untuk meningkatkan tracing penyebaran Covid-19. Pencarian potensi penyebaran dengan pengawasan ketat harus diperbanyak, agar diketahui seberapa besar yang tertular.

Selain pengawasan dan pembatasan di seluruh daerah zona kuning dan merah di Jateng, Ganjar juga meminta pelaksanaan tes yang lebih banyak. Dia menginginkan proses pemeriksaan spesimen juga dipercepat hanya dalam satu hari jika memungkinkan.

"Saya minta laboratorium juga meningkatkan kapasitasnya. Kalau biasanya hasil lab tiga hari jadi, saya minta sehari selesai. Saya minta semua lab on selama 24 jam untuk keperluan ini," tutupnya.

Meski ada zona merah, Tim Ahli Gugus Tugas Covid-19 Jateng, Anung Sugihanto, mengatakan beberapa daerah di Jateng memang menunjukkan posisi landai. Beberapa sudah masuk zona hijau, sementara lainnya masuk zona kuning.

"Namun semua harus hati-hati, tidak perlu cepat-cepat mengambil kebijakan normal baru [new normal]. Sebab, tidak menutup kemungkinan potensi wabah Covid-19 kembali terjadi,” ujar Anung.

Sumber : JIBI/Solopos