Belum New Normal, Objek Wisata di Magelang Belum Boleh Dibuka

Foto ilustrasi Ketep Pass sebelum masa Pandemi Covid-19. - Antara
15 Juni 2020 18:27 WIB Nina Atmasari News Share :

Harianjogja.com, MAGELANG-- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang sedang mengkaji secara seksama terkait dengan penyiapan fase new normal di semua bidang termasuk di sektor pariwisata.

"Kita ketahui semua bahwa fase ini dapat segera kita lakukan, tetapi sampai saat ini semua masih dikaji dengan cermat," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso, dalam rilisnya, Senin (15/6/2020).

Oleh karena itu, ia menegaskan objek wisata di Kabupaten Magelang belum boleh buka. Penyebabnya, Magelang belum mulasi masuk fase new normal.

"Oleh karena itu daya tarik wisata belum boleh buka. Karena memang fase itu belum kita masuki, artinya masih ada permasalahan-permasalahan yang perlu kita siapkan disitu," jelasnya.

Objek wisata yang ada di Kabupaten Magelang di antaranya Candi Borobudur, Candi Mendut, Candi Pawon, Ketep Pass, Gunung Telomoyo, Telaga Bleder, Kebun Pinus Kragilan dan lainnya.

Iwan mengimbau seluruh pengelola objek wisata di Kabupaten Magelang saat ini mempersiapkan diri menuju atau menyongsong fase new normal. Salah satunya dengan menyiapkan SOP (Standar Operasional Prosedur).

Ia menyebutkan SOP yang ada sekarang ini juga perlu ditambahkan standar Clean, Healthy, and Safety (kebersihan, kesehatan, dan keamanan).
Dengan demikian ketika memasuki fase new normal, mereka sudah siap.

"Sekarang ini adalah saat yang tepat untuk mengedukasi untuk menginternalisasi SOP para pelaku pariwisata beserta para pekerjanya, yang nantinya juga akan harus bisa mengedukasi para pengunjung," ungkap Iwan.

Selain SOP, lanjut Iwan, ada hal lain yang perlu disiapkan oleh para pelaku maupun pengelola destinasi wisata, yaitu persiapan sarana dan prasarana yang bisa mencegah penyebaran Covid-19, antara lain thermogun (alat pengukur suhu tubuh), tempat mencuci tangan, hand sanitizer, face shield, sarung tangan dan sebagianya.

Pada kesempatan yang sama, Iwan juga mengimbau para pencinta olahraga gowes yang akhir-akhir ini sangat marak agar para pecinta olahraga gowes ini tetap menaati dan melakukan protokol kesehatan pada saat berolahraga.

"Artinya para pecinta gowes ini kan ingin mendapatkan manfaat kesehatan pada saat berolahraga, tentu hal ini juga harus dilakukan dengan benar [sesuai dengan protokol kesehatan] mengingat saat ini masih ada penyebaran Covid-19. Jangan lupa mengenakan masker saat gowes, kemudian tetap menjaga jarak. Tidak ada larangan untuk berolahraga, tetapi harus tetap memperhatikan protokol kesehatan," katanya.