Advertisement
Pengamat Sebut Prabowo Tak Jadikan Jabatannya untuk Naikkan Pamor
Menhan Prabowo Subianto melayat ke kediaman almarhum Gus Sholah, Senin (3/2/2020) pagi. - Suara.com/Stephanus Aranditio
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Pamor Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang mengalami penurunan paling signifikan, di antara 14 nama terpopuler yang masuk dalam simulasi bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, menunjukkan bahwa Prabowo tidak menjadikan jabatannya untuk menaikkan pamor. Hal tersebut disampaikan pengamat politik Ahmad Khoirul Umam.
Data survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia itu, menurut Umam, dapat mengindikasikan gejala bahwa Prabowo tidak menjadikan jabatannya sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) secara optimal, untuk menaikkan pamornya.
Advertisement
"Meski Prabowo punya 'public office', tapi itu tidak jaminan elektabilitasnya terjaga. Karena 'public office' yang ditempati Prabowo itu, tidak membuatnya meng-exercise otoritas dan kewenangannya dalam kebijakan publik yang terkait dengan kehidupan masyarakat sehari-hari di tengah pandemi," ujar Managing Director Paramadina Public Policy Institute (PPPI) itu, dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (8/6/2020).
Berdasarkan survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia terhadap sekitar 1.200 responden pada 16-18 Mei 2020 lalu, menunjukkan elektabilitas Prabowo hanya 14,1% jika dibandingkan Februari 2020 yang mencapai 22,2%.
Koreksi elektabilitas terhadap Menhan Prabowo itu mencapai 8,1%, kendati elektabilitas Prabowo masih menjadi yang tertinggi dalam hasil survei tersebut.
Sementara itu, dukungan pada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kini cenderung meningkat dibandingkan temuan Februari lalu.
Bila melihat hasil survei, elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meningkat dari 9,1% pada Februari 2020 menjadi 11,8% pada Mei 2020. Persentase tersebut menempatkan Ganjar di urutan kedua teratas setelah Prabowo, sekaligus mengalahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Sementara itu, elektabilitas Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meningkat dari 3,8 persen menjadi 7,7%, sehingga membuatnya menempati urutan keempat teratas.
Melihat hasil survei itu, Umam memprediksi nama Prabowo akan tenggelam dan terpental dari posisi nomor wahid dalam sejumlah survei elektabilitas Pilpres 2024. Sebab, dengan penurunan sekitar 8 persen saat ini, elektabilitas Prabowo sebenarnya sudah berada di kelas yang sama dengan para gubernur, sebut saja Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Meskipun secara persentase berbeda, tapi elektabilitas mereka tidak terpaut jauh mengingat margin of error dari survei ini berkisar lebih/kurang 2,9 persen. Artinya, dalam rentang naik turunnya margin of error lebih/kurang 2,9 persen tersebut, elektabilitas mereka tidak jauh berbeda. Ke depan, tren ini akan ditentukan oleh dinamika politik pasca ditetapkannya normal baru (new normal).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Aktivis KontraS Andrie Yunus Diserang Air Keras di Jakarta
- KPK Ungkap Pembagian Kuota Haji 2024 oleh Yaqut Cholil Qoumas
- Skandal Haji Eks Menag Yaqut: Kode T0, Bayar Rp84 Juta Bisa Berangkat
- Gugatan Kalah, KPK Jebloskan Mantan Menag Yaqut ke Rutan Merah Putih
- Hashim Djojohadikusumo Akan Pimpin Satgas Pembiayaan Taman Nasional
Advertisement
Sinergi TNI-Warga Srimulyo Bantul Sukses Bangun Jalan 541 Meter
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kereta Cepat Whoosh Normal 62 Perjalanan per Hari Mulai 14 Maret 2026
- Film Na Willa Tayang Perdana di 22 Kota, Tiket Nonton Duluan Sold Out
- Gusti Putri Dorong Solidaritas Perempuan DIY Lewat Agenda Mbok Mlayu
- Mudik Kulonprogo 2026: BPBD Ingatkan Jalur Longsor dan Cuaca Ekstrem
- Stok BBM dan LPG di Kilang Balongan Aman Jelang Idulfitri 2026
- Melodia Ingin Jadi Rumah Kedua Musisi Jogja
- Sleman Siapkan Rp30 Miliar Bangun Gedung Baru Perpustakaan Daerah
Advertisement
Advertisement








