Warganet Soroti Kinerja Anies Terkait PSBB

Warga memadati kawasan pedagang kaki lima di Pasar Tanah Abang saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta, Minggu (17/5/2020). Meski pertokoan di Pasar Tanah Abang tutup karena PSBB, menjelang hari lebaran kawasan tersebut dipadati pedagang kaki lima yang berada di gang-gang dekat pasar. Bisnis - Himawan L Nugraha
04 Juni 2020 17:37 WIB Oktaviano DB Hana News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Tanda pagar (tagar) PSBBAmiesGagalTotal menjadi tren di Twitter, Kamis (4/6/2020) siang. Hingga berita ini diturunkan tagar itu telah muncul lebih dari 7.200 unggahan di jagad media sosial tersebut.

Tren tersebut mengemuka bertepatan dengan pengumuman perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada tengah hari dalam konferensi pers.

Dalam pengumumannya, Pemprov DKI Jakarta secara resmi menetapkan perpanjangan PSBB, tetapi dengan pelonggaran dengan masa transisi fase pertama pada Juni 2020.

Mayoritas unggahan dengan tagar PSBBAmiesGagalTotal memang menyoroti kebijakan Gubernur Anies dalam penanganan virus corona atau Covid-19. Penetapan perpanjangan PSBB dinilai tak sesuai dengan janji yang diberikan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

"Katanya bulan Juni ini masuk masa transisi menuju aman, sehat dan produktif," demikian cuitan akun @tjhinfar21 di Twitter.

Dalam konferensi pers, Anies  menjelaskan pada fase ini keleluasaan diberikan untuk sejumlah kegiatan dengan manfaat besar bagi masyarakat dan risiko yang terkendali.

Anies menjelaskan fase pertama masa transisi ini dilakukan selama Juni. Apabila fase pertama tersebut tidak ada lonjakan kasus positif virus corona, ungkap Anies, akan dilanjutkan pelonggaran pada fase berikutnya.

"Kami berharap fase pertama berakhir di fase bulan Juni ini. Bila kita berhasil maka kita bisa masuk ke fase kedua," tuturnya.

Adapun, pelonggaran PSBB ini ditetapkan dengan menimbang 10 parameter oleh pakar medis dan kesehatan masyarakat antara lain indeks reproduksi Covid-19 (Rt).

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia