Luhut Banggakan Bahan Baku Baterai Mobil Listrik di Indonesia

Shanghai Decent Investment (Group) Co., Ltd. bekerja sama dengan PT Bintang Delapan Investama mendirikan PT Sulawesi Mining Investment (SMI) di Indonesia pada 2009, dan mulai melakukan pengembangan terhadap tambang nikel seluas hampir 47.000 hektar di Kabupaten Morowali. - imip
03 Juni 2020 07:07 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTAIndonesia harus fokus menjadi produsen baterai kendaraan listrik karena memiliki keunggulan bahan baku.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan mengatakan pengembangan baterai lithium menggunakan raw material di Tanah Air sangat mungkin dilakukan. Indonesia kaya akan nikel dan kobalt sebagai dua bahan utama baterai kendaraan listrik (EV/electric vehicle).

"Berdasarkan studi Mckinsey, Filipina itu nomor dua setelah Indonesia untuk nikel ore. Itu akan habis dalam dua tahun ke depan. Indonesia jadi pilihan dan negara lain akan bergantung kita [bahan baku baterai]," ujarnya dalam Forum Diskusi Online bertajuk Indonesia Moving Forward, pada Selasa (2/6/2020).

Untuk itu, Luhut menyebutkan fokus pemerintah adalah melakukan percepatan transfer teknologi terkait nikel ore. Tujuan akhirnya adalah industri baterai mobil listrik cepat berkembang.

Baterai merupakan komponen utama  dalam mobil listrik. Kemampuan memproduksi baterai membuat Indonesia memiliki keunggulan utama dan dapat menarik lini pendukung lainnya.

Luhut menyebutkan pengembangan di sektor transportasi juga akan meningkatkan konektivitas yang kini menjadi tantangan bagi negara kepulauan seperti Indonesia.

Sedangkan energi baru terbarukan yang memanfaatkan letak geografis, termasuk penurunan emisi karbon melalui transportasi berbasis listrik juga akan menmabha daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia