Covid-19: Jumlah ODP di Indonesia Kini 48.358 dan PDP 13.120

Ilustrasi - Antara/Ahmad Subaidi
01 Juni 2020 20:07 WIB Aprianus Doni Tolok News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat jumlah orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 pada Senin (1/6/2020) mencapai 48.358 orang, sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) 13.120 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan data orang dalam pemantauan (ODP) yang diumumkan merupakan jumlah orang yang masih dalam proses pemantauan dan belum terkonfirmasi hasil pemeriksaannya per hari ini.

Begitu pula untuk data pasien dalam pengawasan (PDP). Data yang disampaikan ke publik setiap hari ialah jumlah pasien yang masih dalam proses pengawasan. 

“Kasus ODP dan PDP gambaran bahwa masih banyak yang mengabaikan protokol kesehatan, mengabaikan tidak menggunakan masker, tidak menjaga jarak dan tidak menghindari kerumunanan,” ujar Yuri dalam konferensi pers, Senin (1/6/2020). 

Yuri mengatakan jumlah spesimen yang diperiksa per hari ini mencapai 10.039 spesimen yang berasal dari 8.489 orang.

Secara kumulatif jumlah spesimen yang diperiksa mencapai 333.415, dengan perincian 328.977 spesimen diperiksa menggunakan RT-PCR, dan 4.438 spesimen diperiksa melalui TCM. 

Dari pemeriksaan yang telah dilakukan, diperoleh hasil positif per hari ini sebanyak 467 orang. Penambahan kasus baru positif virus Corona atau Covid-19 itu diperoleh dari pemeriksaan RT-PCR sebanyak 435 orang dan TCM 32 orang.

Dengan demikian hasil positif secara kumulatif mencapai 26.940 orang. Adapun perinciannya, hasil positif berdasarkan RT-PCR berjumlah 26.284 orang, dan TCM 656 orang. 

Sementara itu, hasil negatif per hari ini mencapai 8.022 orang, yang terdiri dari pemeriksaan RT-PCR terhadap 7.939 orang dan TCM 83 orang. 

Dengan adanya penambahan hasil negatif 8.022 orang, maka hasil negatif kumulatif berjumlah 205.173 orang, secara terperinci hasil negatif dari pemeriksaan RT-PCR mencapai 202.853 orang, dan TCM 2.320 orang.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia