Pembukaan Objek Wisata di Era New Normal Tergantung Kesiapan Daerah

Taman Wisata Candi Prambanan di Sleman, Jumat (20/3/2020). - Antara/Hendra Nurdiyansyah
28 Mei 2020 18:07 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan persiapan pembukaan tempat wisata butuh waktu sekitar satu bulan. Namun, hal ini akan sangat tergantung dengan kesiapan daerah masing-masing.

“Kurang lebih 1 bulan dari kita rencanakan untuk dibuka, bukan 1 bulan dari sekarang tapi 1 bulan dari daerah tersebut bisa dibuka,” kata Wishnutama seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo melalui video conference, Kamis (28/5/2020).

Wishnutama menjelaskan perencanaan tersebut akan dimulai saat daerah tempat destinasi wisata tersebut telah aman dari Covid-19. Dengan demikian akses dan mobilitas dapat dikembalikan seperti sebelumnya dengan menerapkan konsep new normal.

Dia menjelaskan tahapan pertama dari daerah pariwisata adalah menyiapkan perencanaan mengenai standar operasional yang akan berlaku pada era new normal. Selanjutnya standar tersebut akan disimulasikan untuk melakukan mitigasi terhadap risiko apapun.

“Dan tentunya kita akan memprioritaskan sekali lagi nantinya daerah-daerah yang sudah siap karena kesiapan daerah adalah salah satu faktor yang sangat penting,” katanya.

Dalam persiapan tersebut, Kemenparekraf akan mendorong daerah pariwisata untuk menyiapkan diri sesuai dengan kemungkinan pergeseran referensi para turis.

Pandemi Covid-19 akan membuat para wisatawan domestik dan asing melihat faktor kebersihan dan kesehatan sebelum berkunjung ke suatu destinasi.

“Beberapa hal yang menjadi concern yang sangat utama adalah faktor kebersihan, kesehatan, dan keselamatan atau kita menyebutnya clean, health, and safety itu adalah hal yang sangat penting yang sedang kita persiapkan,” katanya.

Presiden, kata Menparekraf, menitipkan bahwa persiapan tersebut harus dilakukan secara teliti dan detail. Kemudian pada saat pelaksanaannya, evaluasi dan pengawasan secara berkesinambungan juga harus dilakukan.

Adapun, Presiden Joko Widodo dalam pembukaan rapat terbatas mengatakan bahwa sektor pariwisata harus mempersiapkan diri menyambut tantanan hidup yang baru atau new normal. Namun mengenai waktu, dia meminta semua dilakukan dengan tidak tergesa-gesa.

Jokowi mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 akan menggeser tren pariwisata. Wisatawan akan menjadikan isu kesehatan, kebersihan, serta keamanan sebagai pertimbangan utama saat memilih destinasi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia