Demo Besar di Eropa Meluas, Biaya Hidup hingga Perumahan Jadi Pemicu
Demonstrasi meluas di Eropa sejak September 2026. Krisis pendidikan, biaya hidup, perumahan, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah memicu aksi di sejumlah negar
Ilustrasi/Antara-Siswowidodo
Harianjogja.com, SRAGEN—Balon udara raksasa yang menjadi bagian dari tradisi Lebaran di Ponorogo terlihat hingga wilayah wilayah Desa Karangpelem, Kedawung, Sragen, Jawa Tengah, pada Minggu (24/5) pukul 11.00 WIB. Balon udara tersebut dikira pesawat misterius oleh warga Karangpelem
Salah satu warga Dukuh Ledok, Desa Karangpelem, Kedawung, Sragen, Ening, sempat mendokumentasikan sesuatu yang melayang-layang diudara bewarna putih bercahaya saat terkena sinar matahari. “Iya, saya melihat langsung di langit. Banyak warga di Karangpelem yang melihat itu. Kalau orang awam ya dikira pesawat. Ternyata balon udara. Jatuhnya tidak tahu. Tapi bergeraknya ke arah utara. Informasi dari teman jatuhnya di Tawang, Sine, Sragen,” ujar Ening kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia.
Seorang warga Kampung/Kelurahan Sine, RT 003/RW 004, Sragen Kota, Puji, 32, menyampaikan awalnya sesuatu yang melayang di udara itu dikira bintang dan ada empat. Tapi, Puji mengatakan hanya satu yang turun di Kampung Tawang, Sine, Sragen Kota. “Lokasi jatuhnya itu masih satu kelurahan dengan kampung saya, jaraknya sekitar 1 km dari rumah saya. Tadi saya sudah dapat video yang dikirim teman saya di Tawang kalau balon udara dari Ponorogo itu jatuh di Tawang,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Demonstrasi meluas di Eropa sejak September 2026. Krisis pendidikan, biaya hidup, perumahan, dan ketidakpuasan terhadap pemerintah memicu aksi di sejumlah negar
Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta pelaku perusakan saat demonstrasi di Jogja diproses hukum dan mengingatkan massa tidak melakukan kekerasan.
DPRD Bantul meminta KDMP mengembangkan produk unggulan sesuai potensi kalurahan agar tak sekadar menjadi toko dan mampu menggerakkan ekonomi warga.
seorang ASN Gunungkidul mengembalikan Rp1,5 juta dana bansos PKH setelah anggota keluarganya diangkat menjadi PPPK penuh waktu.
Finlandia menghentikan sementara pekerjaan proyek pusat data Google di Muhos dan Kajaani setelah muncul dugaan pembukaan hutan tanpa penilaian dampak lingkungan
Perluasan pembayaran non-tunai di lima TPR wisata Gunungkidul tertunda karena pengadaan mesin, CCTV, genset, dan jaringan internet.