Lelang Motor Listrik, Gerindra: Jokowi Kena Prank

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono. - Suara.com
22 Mei 2020 14:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Arief Poyuono selaku Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, mengatakan bahwa pemenang lelang motor listrik bertanda tangan Presiden Joko, M Nuh tidak bisa dikenakan hukuman pidana. Menurutnya, M. Nuh tidak ada maksud untuk menipu presiden.

M Nuh diketahui memenangkan lelang motor listrik bertanda tangan Jokowi dalam acara konser amal virtual yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), MPR beserta lembaga lainnya. Nilai motor tersebut sebesar Rp2,550 miliar.

Hanya saja, kata Puyuono dalam kasus ini, M Nuh tidak bisa dijatuhi hukuman pidana dengan tuduhan menipu. "Sebab lelang di konser amal itu terbuka dan tidak ada syarat bagi peserta lelang virtual motor listrik yang ada tanda tangan presiden Joko Widodo untuk melakukan penyetoran sejumlah dana terlebih dahulu sebelum dilakukan lelang," kata Arief Poyuono di Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Bahkan menurutnya, Presiden Jokowi telah terkena 'prank' dalam peristiwa ini. "Menurut saya Presiden Joko Widodo kena prank dalam lelang motor listrik yang ada tanda tangan presiden di konser amal yang dilakukan secara virtual oleh BPIP dan dihadiri ketua MPR," pungkasnya.

Seperti diketahui, M Nuh merupakan seorang kuli bangunan. Karena kasus ini ia jadi menghilang, ketua RT tempat ia tinggal tak mengetahui keberadaannya.

Warga Kampung Manggis, Kelurahan Sungai Asam, Kecamatan Kota Jambi, M Nuh sempat dinyatakan sebagai pemenang lelang motor listrik milik Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun itu dibatalkan karena yang bersangkutan salah paham, mengira lelang sebagai undian.

Sempat tersiar kabar bahwa M Nuh ditangkap, namun belakangan Kapolda Jambi Irjen Pol Firman Shantyabudi membantahnya.

Berita ini telah tayang di Okezone dengan judul 'Arief Puyuono Sebut Presiden Jokowi Kena Prank Pemenang Lelang Motor'. 

Sumber : Okezone