Protes Penanganan Covid-19, Tenaga Kesehatan Belgia Protes dengan Punggungi Perdana Menteri

Perdana menteri Belgia Sophie Wilmes mendapatkan sambutan dingin ketika mengunjungi salah satu rumah sakit pada Sabtu(16/5/2020). Tenaga kesehatan memunggungi kedatangannya di Rumah Sakit Sint-Piter yang terletak di Brussels. - JIBI/Bisnis.com
18 Mei 2020 15:47 WIB Nyoman Ary Wahyudi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Perdana Menteri Belgia Sophie Wilmes menerima protes ketika mengunjungi salah satu rumah sakit di Brussels pada Sabtu (16/5/2020). Tenaga kesehatan memunggungi kedatangannya di Rumah Sakit Sint-Piter.

Para perawat mempersoalkan minusnya perhatian pemerintah dan dan rendahnya tunjangan terkait penanganan pandemi Covid-19 bagi tenaga kesehatan.

Sopie Wilmes mengunjungi Rumah Sakit Delta dan Sint-Pieters pada Sabtu lalu, dia mengumumkan rencana itu lewat Twitter.

Sopie mengartikan kunjungan itu sebagai momen penting untuk sebuah dialog. Dia menambahkan topik pembicaraan di dalam pertemuan itu meliputi aspek kesehatan dan mental serta apresiasi dan upaya donasi perawatan kesehatan.

Hanya saja, pertemuan itu dimulai dengan sambutan yang tidak biasa dari tim tenaga kesehatan.

Para perawat begitu frustasi atas rendahnya gaji, dan tidak puas dengan kurangnya perhatian pemerintah terkait dengan usaha keras tim medis dalam penanganan pandemi Covid-19.

Ketika perdana menteri tiba, tenaga kesehatan yang sudah berjejer untuk menyambuh rombongan seketika berbalik badan.

Aksi itu lantas menjadi pemberitaan nasional di sejumlah media massa.

Tenaga kesehatan Belgia meminta tambahan staf dan kenaikan tunjangan di tengah upaya perawatan pasien Covid-19.

Mereka juga tidak mengapresiasi langkah pemerintah menangani krisis pandemi Covid-19, yang membuat tenaga kesehatan mati-matian berjuang untuk merawat  pasien.

Wilmes menanggapi insiden itu dengan sebuah pernyataan bahwa dirinya memahami situasi yang tengah dihadapi tenaga kesehatan.

“Setiap orang mengerti mengenai situasi sulit yang mereka (tenaga medis) alami. Situasi ini telah berlangsung sebelum krisis dan semakin memuncak ketika krisis ini. Oleh karena itu menjadi suatu keharusan untuk melakukan hal yang lebih lagi untuk para tim perawat. Tentu saja,” kata dia dalam sebuah pernyataan resmi.