Berawal dari Warga India dan Jemaah Tabligh, Ribuan Warga Sleman Jalani Rapid Test

Foto ilustrasi: Petugas kesehatan mengambil sampel darah warga saat Rapid Test COVID-19 di Taman Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (4/4/2020). - ANTARA FOTO/Novrian Arbi
04 Mei 2020 11:17 WIB Abdul Hamied Razak News Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sejak ditemukan klaster warga negara India dan Jemaah Tabligh di Sleman, dalam sepekan terakhir Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan rapid test masif kepada warga yang melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19.

Hasilnya, berdasarkan penuturan Koordinator Satgas Covid-19 Bidang Kesehatan Sleman Joko Hastaryo total terdapat sekitar ribuan warga yang sudah menjalani rapid test. Rapid test masif tersebut dilakukan baik di Cangkringan, Ngaglik, Ngemplak, Depok, Mlati, Gamping, maupun Moyudan.

"Dari jumlah tersebut, hanya 55 orang yang hasilnya reaktif. Mereka yang reaktif sudah ditindaklanjuti dengan uji swab yang hasilnya bisa keluar antara tiga sampai lima hari," kata Joko saat dikonfirmasi Harianjogja.com, Minggu (3/5/2020).

Menurut Joko, Dinkes dalam sepekan terakhir gencar melakukan screening atau mencari kasus secara aktif. Screening dilakukan dengan wawancara dan cheklist. Bagi warga yang diduga terpapar Corona, diminta melakukan rapid test. "Ini untuk memutus persebaran kasus Covid-19," katanya.

Bagi yang reaktif saat menjalani rapid test, maka Puskesmas meminta dilakukan pemeriksaan swab di rumah sakit rujukan Covid-19. Sebaliknya, bagi yang tidak reaktif saat di rapid test artinya tidak ada paparan Corona.

"Jadi warga tidak perlu khawatir dengan kegiatan ini. Apalagi reaktif saat di rapid test (dan swab) belum tentu positif Corona," kata Joko.

Dinkes melalui seluruh Puskemas di wilayah Sleman terus melalukan upaya tracing melalui RDT untuk setiap kasus positif di Sleman. Hal ini dilakukan agar memudahkan pemetaan persebaran kasusnya. Apalagi kasus positif Covid-19 di Sleman paling tinggi. Dia berharap dengan rapid test masif ini upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 bisa dilakukan.

"Hasil rapid test masif yang dilakukan selama April, akan kami sampaikan ke Gugus Tugas Covid-19 DIY paling lambat Selasa besok," katanya.

Disinggung soal kondisi paket RDT, yang tersedia saat ini, Penanggungjawab Posko Informasi Covid 19 Sleman Novita Krisnaeni mengatakan hingga kini stok paket RDT di Sleman masih aman. Dari sekitar 3.000 paket RDT, yang digunakan baru sekitar 1.800 an warga. "Masih ada sisa 1.300 paket RDT. Masih aman," katanya.

Dinkes Sleman, tambah Joko, masih terus berupa melakukan pengadaan alat rapid test sembari mengajukan permintaan RDT ke Gugus DIY. "Kami masih berusaha pengadaan sendiri selain mengajukan ke gugas DIY," kata Joko.