Advertisement
Ini Strategi Baru Pemerintah Melawan Covid-19
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo memberikan paparan saat pembekalan kebencanaan bagi media massa di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Kamis (21/2/2019). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga - hp.\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA-Pemerintah menyebut adanya strategi baru menangani Covid-19.
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo menggelar rapat tertutup melalui telekonferensi bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Advertisement
Dalam kesempatan itu, Doni menyampaikan strategi baru yang dilakukan untuk menanganani masalah pandemi Covid-19. Menurutnya selain pendekatan secara medis, penanganan Covid-19 juga harus dilakukan melalui pendekatan secara psikologis yang mengarah ke upaya pencegahan.
Hal tersebut menurutnya menjadi sangat penting, karena jumlah tenaga medis beserta infrasktruktur yang dimiliki Pemerintah saat ini terbatas. Maka dari itu ia menginginkan agar keseimbangan antara medis dan psikologis dapat berjalan beriringan.
"Keseimbangan itu harus kita jaga," jelas Doni sebagaimana dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (2/5/2020).
Doni melanjutkan, bahwa semestinya dokter tidak menjadi garda terdepan dalam upaya penanganan, namun harus menjadi kekuatan terakhir. Pengertian itu, lanjut Doni, dengan maksud masyarakat harus bisa disehatkan sehingga dokter dapat diselamatkan.
"Dokter bukan jadi benteng utama, tapi benteng terakhir," tutur Doni.
Maka dari itu, papar Doni, strategi selanjutnya yang perlu dijalankan adalah bagaimana agar masyarakat terpenuhi gizi, imunitas dan sekaligus menggerakkan roda perekonomian.
Ia berprinsip bahwa dalam menyelesaikan bencana tidak seharusnya memunculkan bencana baru. Sehingga pantang bagi dia untuk menyelesaikan masalah namun dengan membuat masalah baru.
"Hungry man becomes angry man. Kita tidak ingin arahnya ke sana," terang Doni.
Selain berdasarkan data yang dimilikinya ada 2,5 juta petani yang kesulitan menjual hasil pertanian dan perkebunan sebagai dampak dari pandemi Covid-19 ini.
Dia meminta kolaborasi bersama Kementerian/Lembaga terkait khususnya Kementerian Perindustrian dan Kepala Daerah untuk mengatasi masalah tersebut dengan inovasi yang tetap menerapkan protokol kesehatan.
Doni mencontohkan, apa yang sudah dijalankan dengan baik di Jawa Tengah, Salatiga dan Sumatera Barat, di mana pasar tradisional tetap berjalan dengan penerapan yang berbeda dari biasanya.
“Para pedagang diberikan jarak aman sesuai protokol kesehatan dan berjualan di luar ruangan yang telah diatur oleh pemerintah daerah setempat. Kemudian bagi penjual juga diwajibkan untuk melaksanakan anjuran pemerintah dengan tetap memakai masker dan tetap menjaga jarak aman,” tutur Doni.
Sementara itu, Ketua Komisi VI DPR RI, Faizol Riza mengatakan, sudah sepatutnya dalam urusan penanggulangan bencana, maka tidak boleh memunculkan bencana baru.
Faizol pun mengapresiasi ide dari inovasi pasar tradisional seperti yang sudah berjalan di Salatiga dan beberapa wilayah lain di Jawa Tengah dan Sumatera Barat.
"Kita tetap optimis bahwa ekonomi juga bisa tetap jalan," ujar Faizol.
Meski kebijakan inovasi pasar tradisional sudah berjalan, pihaknya akan tetap mengkoordinasikan lebih lanjut mengenai aturan-aturan lain yang sudah berada melalui Surat Edaran Kementerian Perdagangan tentang sirkulasi barang dan kebutuhan ekonomi pasar di tengah pandemi Covid-19.
"Langkah-langkahnya seperti apa, nanti kita koordinasikan lagi," pungkas Faizol.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Okezone.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- DPRD dan Pemkab Sleman Tetapkan 13 Propemperda Target Rampung 2026
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- Anggaran Stunting Kelurahan di Kota Jogja Naik pada 2026
- Insentif CBU Berakhir, Pasar Mobil Listrik Berisiko Melambat
- Pos Bantuan Hukum Resmi Hadir di Seluruh Kalurahan DIY
- Basarnas Evakuasi Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 di Jurang Maros
- Macan Tutul Masih Ada di Gunungkidul, Begini Penjelasan BKSDA
Advertisement
Advertisement




