Extra Joss & PMI Salurkan 2.000 APD untuk Tenaga Medis

PT. Bintang Toedjoe memberikan bantuan berupa 2000 pcs Baju Alat Pelindung Diri (APD) dan kepada Palang Merah Indonesia (PMI). - Ist/Dok PT. Bintang Toedjoe
25 April 2020 10:17 WIB Media Digital News Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Jumlah pasien positif COVID-19 di Indonesia per Selasa (21/4/2020) pukul 16.30 WIB sebanyak 6.760 kasus.

Angka ini kian mengkhawatirkan mengingat belum masifnya rapid test yang dilakukan dengan keterbatasan alat yang tersedia.

Selain itu, angka mortalitas juga tergolong tinggi hingga mencapai 8.7% dari jumlah pasien positif.

Dengan kondisi demikian, para petugas medis mulai kewalahan karena jumlah kamar perawatan dengan jumlah penderita tidak sebanding.

Petugas harus berjibaku untuk terus berdedikasi terhadap pekerjaannya meski sarana dan prasarana terbatas seperti jumlah APD terutama baju hazmat yang makin hari makin menipis, bahkan ada sejumlah rumah sakit yang memanfaatkan jas hujan sebagai APD.

Melihat kondisi tersebut PT. Bintang Toedjoe yang merupakan produsen minuman berenergi Extra Joss merasa terpanggil dan memberikan dukungan bantuan berupa 2000 pcs Baju Alat Pelindung Diri (APD) kepada Palang Merah Indonesia (PMI) untuk disalurkan kepada tim medis yang berjuang di garda terdepan mengatasi pandemi COVID 19.

Selain itu produk yang diserahkan juga ada Extra Joss, Komix Herbal, BEJO Jahe Merah dan Bintang Toedjoe Panas Dalam.

Extra Joss menggandeng PMI untuk pendistribusian APD dan produk kesehatan. Selain ke PMI Pusat, bantuan juga diserahkan ke berbagai daerah seperti Sukabumi, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Bali, Tegal, hingga Medan. Extrajoss berharap bantuan tersebut memberikan manfaat khusus bagi tenaga medis yang sekarang tengah berjuang di garda terdepan.

Tidak hanya memberi bantuan kepada petugas keamanan dan tenaga medis, Extra Joss juga peduli terhadap para pelanggan dan konsumennya. Selama periode April ini saja, Extra Joss membeli 125.000 nasi bungkus dari ribuan warung makan untuk kemudian dibagikan kepada pekerja harian yang kebanyakan mencari nafkah di jalanan kota-kota yang paling berdampak secara ekonomi akibat COVID-19.

Tidak hanya di Jabodetabek saja, kegiatan pembagian nasi bungkus juga dilakukan di kota-kota lain seperti Bandung, Medan, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, hingga Makassar.