Advertisement
60 Tenaga Kesehatan di Jateng Positif Corona
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau Balai Besar Litbang Vektor dan Reservoir Penyakit (B2P2VRP) di Kota Salatiga. Kamis (26/3 - 2020). Foto: Humas Pemprov Jateng
Advertisement
Harianjogja.com, SEMARANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Tengah mencatat sudah ada 60 tenaga kesehatan (nakes) di Jateng yang positif terinfeksi virus Corona penyebab Covid-19. Dari jumlah itu paling banyak berada di Kota Semarang yakni dari RSUP dr Kariadi.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo, dalam rekaman video yang disampaikan ke wartawan di Semarang, Rabu (22/4/2020). Dia menyebut tenaga kesehatan positif Covid-19 di Jawa Tengah tersebar di berbagai wilayah.
Advertisement
“Jumlah kasus tenaga medis [kesehatan] yang positif Covid-19 saat ini mencapai 60 orang. Selain [RSUP] Kariadi ada juga tenaga kesehatan dari rumah sakit lain. 60 orang ini tersebar di berbagai daerah, seperti Semarang, Pemalang, Surakarta, dan Magelang,” tutur Yulianto, seperti dilaporkan Solopos.com Kamis (23/4/2020).
Dia menambahkan penularan Covid-19 terhadap tenaga kesehatan di Jateng yang positif terjadi dari berbagai hal. Ada yang tertular karena melakukan kontak langsung dengan pasien Virus Corona. Tetapi ada juga yang tidak berinteraksi langsung.
“Sumber [penularan] itu bisa macam-macam. Ada yang lewat pasien, keluarga pasien, maupun pengunjung. Kontaknya bisa dari percikan, dahak, air liur, bahkan benda mati seperti baju pasien maupun peralatan medis,” terangnya.
Meski demikian, Yulianto tidak menyebut secara detail berapa tenaga kesehatan di setiap kabupaten/kota di Jateng yang dinyatakan positif Covid-19.
Namun, dari jumlah sebanyak itu beberapa di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Seperti perawat di RSUP dr Kariadi Semarang, Rina Iswati.
Rina Iswati meninggal dunia, Jumat (17/4/2020) lalu. Sebelumnya, hasil pemeriksaan swab perawat asal Banyumanik, Semarang, itu menyatakan negatif Covid-19, ternyata positif.
“Iya, perawat Kariadi yang meninggal pekan lalu [Rina Iswati] hasil tesnya dinyatakan positif,” ungkap Yulianto.
Yulianto pun mengimbau kepada tenaga medis untuk selalu mengenakan alat pelindung diri (APD) saat menangani pasien, sesuai dengan prosedur yang sudah ada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
- Idulfitri Jadi Kesempatan Baik Saling Hargai Perbedaan
Advertisement
47 Tahun BBPPMT Yogyakarta, Membangun Transmigrasi Masa Kini
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Menkeu Purbaya Prediksi Ekonomi Kuartal I Tembus 5,7 Persen
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Jejak Sultan HB II Hidup di Gedung Baru Pagerotan Wonosobo
- Israel Larang Salat Idulfitri di Al-Aqsa Akibat Konflik Iran
- Pelatih Timnas John Herdman Pertahankan Kiper PSIM
- Permainan Sederhana Bikin Lebaran Anak Lebih Seru Tanpa Gadget
- Skuad Timnas Indonesia Dipangkas Tajam Jelang FIFA Series
Advertisement
Advertisement








