Advertisement
Pandemi Corona, Devisa Pariwisata Indonesia Bakal Anjlok 50 Persen
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio memberikan pemaparan dalam konferensi pers BNI Java Jazz Festival 2020 di Jakarta, Rabu (26/2/2020). - JIBI/Bisnis.com/Himawan L Nugraha
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio memprediksi penerimaan devisa dari sektor pariwisata pada tahun ini akan anjlok.
Wishnutama mengungkapkan pada tahun lalu penerimaan devisa dari sektor pariwisata mencapai US$20 miliar. Namun, karena pandemi virus Corona atau Covid-19, penerimaan devisa pada tahun ini diproyeksi turun signifikan.
Advertisement
“Kalau bicara tahun ini, perkiraan dengan asumsi Juni sudah recovery, itu mungkin potensi dari devisa saja kurang lebih tahun lalu US$20 miliar dari pariwisata. Mungkin tahun ini bisa sekitar separuhnya atau kehilangan lebih dari separuh devisa dari sektor pariwisata,” kata Wishnutama seusai usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo, Kamis (16/4/2020).
Lebih lanjut, dia menyatakan merosotnya penerimaan devisa dari sektor pariwisata itu tak terlepas dari faktor menurunnya jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.
Pada tahun lalu dia mengungkapkan jumlah wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 16 juta wisatawan.
“Tahun ini diperkirakan sekitar 5 juta wisatawan. Semua ini tergantung kapan ini [pandemi virus Corona] berhenti,” ujarnya.
Menurutnya, sektor pariwisata diprediksi bisa kembali bergairah setelah pandemi Covid-19 berakhir. Namun, dia menyatakan peningkatannya tidak akan bisa terjadi langsung begitu saja, tetapi membutuhkan proses dan terjadi secara bertahap.
“Kita harus kembalikan lagi konektivitas pesawat. Dulu, misalnya, ada 10 pesawat Garuda Indonesia ke luar negeri, sekarang kita mesti balikin lagi satu-satu. Enggak bisa langsung jebret,” jelasnya.
Apabila pandemi Covid-19 bisa segera reda, Wishnutama memprediksi sektor pariwisata bisa kembali bangkit pada tahun depan. Dia pun mengimbau para pelaku industri sektor pariwisata untuk tetap optimistis dan meyakini bahwa industri pariwisata bisa lebih baik setelah pandemi ini berkahir.
“Yang penting kita bisa melalui ini dengan baik. saya justru meyakini, karena kita mengalami proses luar biasa. Justru sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa ebih baik dari sebelumnya, karena kita banyak belajar menghadapi tantangan ini,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jadwal KRL Solo Jogja per 1 April 2026, Layani Mobilitas Seharian
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Daftar Film Terlaris Maret 2026, Danur dan Suzzanna Unggul
- Diduga Lalai Saat Memasak, Rumah di Argorejo Ludes Terbakar
- Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 31 Maret 2026
- Per 1 April 2026 Isi BBM Bersubsidi Dibatasi dan Wajib Catat Nopol
- Ujian TKA Dimulai April, Sekolah dan Orang Tua Diklaim Makin Siap
- Cuaca DIY, Selasa 31 Maret 2026: Semua Wilayah Diguyur Hujan Ringan
- Jadwal SIM Keliling Kulonprogo Selasa 31 Maret 2026
Advertisement
Advertisement







