Advertisement
DPD dan DPR Desak Pemerintah Beri Insentif untuk Perusahaan Pers di Daerah
Desakan kepada pemerintah untuk memberikan insentif pajak ke perusahaan pers terus bergema.Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Daerah menyuarakan hal itu karena sejumlah industri pers di daerah terancam tutup. - Ilustrasi
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Daerah menyuarakan desakan kepada pemerintah untuk memberikan insentif pajak ke perusahaan pers. Hal itu karena sejumlah industri pers di daerah terancam tutup.
Desakan juga disampaikan Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid yang juga mantan jurnalis televisi. Meutya mendesak pemerintah memberi insentif berupa relaksasi pajak.
Advertisement
“Perusahaan pers perlu diberikan insentif karena peran pers sangat penting di tengah merebaknya wabah virus Corona [Covid-19]. Wabah virus Corona menyebabkan krisis di berbagai bidang dan peran pers sangat penting," ujarnya, Sabtu (11/4/2020).
Meutya menegaskan kehadiran pers saat ini justru menjadi krusial untuk diseminasi informasi yang baik. Politisi Golkar itu mengatakan para pekerja pers menjadi bagian penting dalam memberikan informasi di tengah pandemi virus Corona.
Meutya memaparkan poin yang dirumuskan DPR bersama Dewan Pers yang menjadi tolak ukur untuk membantu perusahaan pers.
Poin-poin tersebut di antaranya meliputi penghapusan kewajiban membayar Pph 21, 22, 23 25 selama tahun 2020 dan penangguhan pembayaran denda-denda pajak terhutang sebelum tahun 2020.
"Di samping itu, adanya keberpihakan dengan memberikan alokasi diseminasi program dan kinerja pemerintah untuk perusahaan yang terdaftar di Dewan Pers," paparnya.
Di tengah merebaknya wabah virus Corona, Meutya mengungkapkan penting bagi pemerintah untuk memastikan keberlangsungan hidup perusahaan pers yang kredibel.
Jumlah pasien positif Corona (Covid-19) di Indonesia setiap harinya terus mengalami kenaikan. Data per Sabtu (11/4) terdapat penambahan pasien sebanyak 330 orang. Dengan demikian total pasien positif Covid-19 di Indonesia menyentuh angka 3.842. Data tersebut diperoleh dari hasil pemeriksaan konfirmasi positif dari real time PCR.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- DPR Desak SKB Tiga Menteri Atasi 11 Juta PBI BPJS Nonaktif
- Gempa Donggala M4,1 Guncang Sulteng, BMKG Ungkap Penyebabnya
- Pendaftaran Calon Pimpinan OJK Dibuka, Begini Tahapan dan Syaratnya
- DKPP Pecat Tiga Anggota KPU karena Pelanggaran Kode Etik
- KPK Ungkap Alasan Negara Bisa Menyuap Negara di Kasus PN Depok
Advertisement
Pelantikan Kadin Sleman, Pemkab Siap Berkolaborasi Bangun Investasi
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Vlogger Filipina Tewas Seusai Makan Kepiting Setan Saat Mukbang
- Pecco Bagnaia Jadi Ancaman Serius Marc Marquez di MotoGP 2026
- Igor Tudor Jadi Manajer Interim Tottenham Hotspur hingga Juni 2026
- Toyota Kijang Innova Jadi Mobil Terlaris Januari 2026, Geser BYD Atto
- Dusan Vlahovic Jadi Pemain Bergaji Tertinggi Serie A
- Program Makan Bergizi Pemkab Gunungkidul Serap Ratusan Tenaga Kerja
- Milan Tantang Pisa Tanpa Leao dan Pulisic
Advertisement
Advertisement







