Advertisement
Bagaimana Efektivitas Penyemprotan Disinfektan Secara Luas? Ini Penjelasan Dokter
Ilustrasi petugas menyemprotkan disinfektan di dekat monumen India Gate di New Delhi, 22 Maret 2020. - Prashanth Vishwanathan/Bloomberg
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Penyemprotan disinfektan belakangan marak dilakukan masyarakat secara swadaya untuk mengendalikan penyebaran virus Corona.
Handrawan Nadesul, dokter yang dikenal di kalangan dekatnya dengan sapaan dokter Hans ini, mengatakan sekarang di mana-mana gencar penyemprotkan bahan disinfektans ke udara secara swadaya. Bahan disinfektannya juga dibuat sendiri, dengan aneka campuran.
Advertisement
Dokter Hans menyebutkan setiap negara mempunyai protokol tersendiri dalam membuat disinfektan.
"Semua tentu mengacu pada kemampuan zat yang dipakai, khususnya alkohol. Alkohol dikombinasi dengan zat lain, termasuk zat pembersih, dan sejenisnya yang mampu memusnahkan virus, selain kuman, dan jamur," ujar dokter Hans seperti tertulis di akun Facebook.
Lebih jauh dokter Hans menyampaikan ihwal penggunaan disinfektan selama ini bukan untuk membersihkan udara yang tercemar.
"Manfaat disinfektan setahu saya untuk bidang permukaan di lokasi-lokasi tertentu yang diperkirakan besar kemungkinan menjadi area pencemaran virus dan semua bibit penyakit, seperti rumah sakit, klinik, tempat praktik, dan semua fasilitas layanan medis. Bukan untuk membersihkan udara tercemar," ujarnya.
"Melihat pemakaian disinfectans sekarang, seolah hendak membersihkan udara, bahkan di area yang sama sekali tidak mungkin ada cemarannya karena tidak terkontamisasi sebagaimana di rumah sakit," ujar dokter Hans.
Lebih jauh dokter Hans melampirkan link video terkait penyebaran virus dari saluran napas seseorang. Video tersebut, menurut dokter Handrawan Nadesul,berasal dari postingan sejawatnya yakni dokter Samuel L. Simon. Adapun saat link tersebut dibuka, akan tampak seperti berikut:
Dokter Handrawan menambahkan berdasar video di atas, terlihat bagaimana virus menyebar dari saluran napas orang yang sedang bicara, batuk, dan bersin. "Hanya dalam hitungan beberapa detik, virus yang mungkin ada dalam saluran napas seseorang tersebar di udara, lalu jatuh ke lantai, melekat di dinding, atau di permukaan benda dan barang sekitar orang tersebut sejarak tak lebih dari 2 meteran bertahan di sana tak lebih dari 20 menitan saja," ujar dokter Hans.
Terkait video tersebut, dokter Hans menyebutkan pada permukaan lantai, dinding, benda dan barang sajalah yang memerlukan semprotan disinfektan di tempat-tempat publik. "Bukan ketika memasuki desa, di alam bebas," ujarnya. Jika hal itu tetap dilakukan, dokter Hans menilainya hanya tindakan yang sia-sia dan mubazir belaka.
"Kalaupun mau menyemprotkan juga hanya pada pakaian, rambut, dan kulit orang yang baru pulang bepergian atau dari transportasi apa saja, yang diperkirakan tercemar virus dari tempat umum. Bukan disemprotkan ke udara yang dalam hitungan detik aerosolisasi sudah jatuh ke tanah, dan belum tentu virusnya masih ada, atau masih hidup," tambahnya.
Dokter Hans menambahkan bahwa pembuatan disinfektan juga ada protokol bakunya. Dosisnya harus tepat, bila dosis berlebih bisa mengiritasi kulit, selain selaput lendir mucosa saluran napas, dan ini bersifat melemahkan.
"Disinfektan sebaiknya menjadi bagian dari personal hygiene, kebersihan perorangan. Sepulang bepergian, seluruh bagian tubuh mulai dari rambut, pakaian, kulit, sampai sepatu, semua berisiko tercemar Covid-19 bila kita baru memasuki area-area publik, apalagi area high touch di semua area layanan fasilitas kesehatan," ujar dokter yang akan segera meluncurkan buku tentang Covid-19 tersebut.
Lebih jauh, dokter Hans mengajak semua pihak lebih masuk akal dalam bertindak selama musim Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Listrik Kuba Kembali Padam Saat Tekanan Krisis Energi Meningkat
- Ledakan Petasan di Pamekasan Bongkar Produksi Berdaya Ledak Tinggi
- China Desak Penghentian Konflik Timur Tengah Saat Idulfitri
- Konflik Gas Iran-Qatar Picu Lonjakan Harga, Trump Berubah Arah
- Di Momen Lebaran Vladimir Putin Soroti Peran Muslim Rusia
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Ingin Berlibur ke Solo tanpa Macet, Cek Jadwal KRL Minggu 22 Maret
- Catat bagi Warga Soloraya, Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
- Ingin Balik setelah Lebaran di Jogja, Ini Jadwal KA Bandara YIA
- Jadwal KA Prameks Rute Kutoarjo-Jogja Minggu 22 Maret 2026
- Catat Lur, Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo, Minggu 22 Maret 2026
- Banyak Lakukan Kesalahan, Leo/Bagas Gagal di Orleans Master
- KORKAP Sleman Disiapkan Jadi Sistem Pengembangan Atlet
Advertisement
Advertisement








