Pemerintah Minta Masyarakat Tunda Mudik Lebaran

Ilustrasi pemudik. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
27 Maret 2020 18:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA--Virus Corona yang kini merebak di Indonesia bakal membuat Lebaran tahun ini berbeda.

Penyebaran virus corona Covid-19 di Tanah Air begerak masif. Merujuk data hari Jumat (27/3/2020), pasien positif virus corona menyentuh angka 1.046 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan virus corona Achmad Yurianto meminta agar masyarakat berpikir ulang ihwal rencana mudik. Pemerintah meminta agar rencana mudik untuk ditunda hingga keadaan benar-benar aman.

"Bijak di dalam kaitan merencanakan apabila nantinya akan mudik. Kami menyarankan hati-hati, sebisa-bisanya ditunda. Sampai dengan kondisi ini menjadi jauh lebih baik," kata Yurianto dalam keterangan resmi yang disiarkan akun Youtube BNPB, Jumat sore.

Yurianto menyebut, pemerintah tidak ingin jika kasus pasien positif terus bertambah setiap harinya. Untuk itu, masyarakat yang berencana mudik untuk mengurungkan niatnya.

"Ini menjadi perhatian pemerintah karena kami tidak menginginkan penambahan kasus ini menjadi semakin tinggi dan penularan di tengah masyarakat juga semakin banyak," sambungnya.

Diketahui, angka kasus positif virus corona yang terjadi di Indonesia terus melonjak tajam. Hingga hari Jumat (27/3/2020), total ada 1.046 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Artinya, ada penambahan sebanyak 153 kasus baru. Sebelumnya, data per-Kamis(26/3/2020) terdapat 893 pasien positif Covid-19.

Sementara itu, kasus kematian akibat virus corona Covid-19 juga kembali bertambah. Hingga kekinian, ada penambahan sebanyak kasus 9 sehingga total ada 87 pasien yang meninggal dunia.

Selain itu, ada penambahan sebanyak 11 pasien sehingga total ada 46 pasien yang sembuh. Jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dan negatif dari Covid-19 boleh dipulangkan.

Sumber : Suara.com