Advertisement
Hoaks Jalan Tol Ditutup Antisipasi Corona, Ini Jawaban Jasa Marga
Ilustrasi-Kendaraan terjebak kemacetan di ruas jalan tol dalam kota, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (16/5). - Antara/Rivan Awal Lingga
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Informasi bohong alias hoaks sempat beredar pada akhir pekan lalu yang menyatakan sejumah ruas tol ditutup untuk mencegah penyebaran virus corona di area Jabotabek.
Adapun ruas tol milik Jasa Marga Group yang berada di area tersebut masih beroperasi secara normal kendati ada penurunan lalu lintas kendaraan.
Advertisement
Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Dwimawan Heru mengatakan menanggapi beredarnya informasi mengenai ditutupnya sejumlah ruas jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga Group di wilayah Jabotabek adalah tidak benar.
"Kami tegaskan informasi tersebut tidak benar atau hoaks" ujarnya ketika dikonfirmasi JIBI, Minggu (22/3/2020).
Dia menambahkan bahwa hingga pernyataan resmi tersebut dikeluarkan, ruas jalan tol wilayah Jabotabek yang dioperasikan Jasa Marga Group diantaranya Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Tol Jakarta-Tangerang, Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Sedyatmo (Bandara), Jalan Tol Jagorawi dan Jalan Tol JORR Non S masih beroperasi dengan normal.
Berdasarkan catatan Jasa Marga hingga akhir pekan pada 19 Maret 2020, secara umum terjadi penurunan lalin di jalan tol yang dikelola Jasa Marga Group di Indonesia.
"Terdapat beberapa ruas Jalan Tol Jasa Marga Group yang lalinnya turun signifikan, contohnya Jalan Tol Sedyatmo (Bandara) dan Jalan Tol Bali-Mandara. Namun, juga ada beberapa ruas jalan tol yang lalinnya turun tapi tidak signifikan," jelasnya.
Berkaitan dengan penyebaran Covid-19, dia menjelaskan PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama kelompok usaha Jasa Marga Group di seluruh Indonesia telah melakukan langkah mitigasi pengendalian Covid-19 di rest area dan operasional di gerbang tol.
Pihak Jasa Marga menilai mitigasi yang dilakukan di ranah operasional gerbang tol sangat penting karena merupakan ujung tombak transaksi yang melibatkan pengguna jalan maupun Petugas Customer Service (CS) dan Mobile Customer Service (MCS).
“Sesuai dengan arahan Presiden dan Kementerian BUMN, pelayanan publik dalam hal ini operasional jalan tol tetap berjalan dengan normal. Untuk itu diperlukan mitigasi pengendalian Covid-19 di gerbang tol yang dimulai dari kebersihan lajur transaksi di setiap gerbang tol,” jelas Heru.
Selain di gerbang tol, Jasa Marga Group juga meningkatkan pengendalian kebersihan dan tingkat higienitas di rest area jalan tol yang dikelola oleh anak usaha Jasa Marga, PT Jasamarga Related Business (JMRB).
Salah satunya yaitu sosialisasi untuk mencuci tangan dengan benar dengan menyediakan pendukung berupa hand sanitizer di tempat-tempat strategis seperti di lokasi tenan, akses ke toilet hingga musala.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Revitalisasi Terminal Imogiri dan Palbapang Bantul Dimulai pada 2026
Advertisement
Kemenpar Kenalkan Wisata Banyuwangi-Bali ke Pasar Global
Advertisement
Berita Populer
- 81 Ribu Warga Kulonprogo Terima Bansos, 427 KPM Dinonaktifkan
- DFSK Gelora E Terbaru Meluncur, Harga Rp248 Juta
- Wuling Confero vs Daihatsu Luxio: Mana yang Cocok untuk Travel
- Ibu Hamil Rentan Alami Hipertensi Paru, Ini Penjelasannya
- Kopi Grabag Magelang Ekspor Perdana 17 Ton ke Dubai
- Dua Kalurahan di Gunungkidul Gagal Cairkan Rp222 Juta Dana Desa
- Mulai 2028, Inggris Terapkan Pajak Jalan per Mil untuk Mobil Listrik
Advertisement
Advertisement



