2.000 Warga Magelang Tebus Sembako Murah dari PSMTI
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Tenda tempat isolasi untuk mengantisipasi virus Corona di Akademi Militer di Magelang. /Ist-Dok Penhumas
Harianjogja.com, MAGELANG-- Akademi Militer (Akmil) di Kota Magelang Jawa Tengah merupakan Lembaga Pendidikan Militer yang lokasinya di lembah Tidar Magelang.
Dengan adanya wabah virus corona atau Covid-19, para pimpinan di Akmil ikut memberikan perhatian. Akmil menyiapkan tempat untuk karantina dan observasi risiko virus corona untuk organik baik militer maupun PNS-nya. Minggu (16/5/2020).
“Bentuk kepedulian Pimpinan Akmil terhadap penyakit ini, maka Akmil menyiapkan satu tenda besar yang menampung 10 tempat tidur. Untuk warga Akmil yang terindikasi virus corona," kata Kapenhumas Akmil Letkol Arm Kukuh, dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Senin (16/3/2020).
Kapenhumas menjelaskan tempat isolasi yang disiapkan bersifat sementara. Jiika ada anggota atau keluarga yang diduga suspect corona akan dirujuk ke rumah sakit terdekat.
Adapun tempat evakuasi dan isolasi yang disiapkan oleh Akmil berbentuk tenda besar yang didirikan Lapangan Tenis Indor Akmil. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.000 warga Magelang menebus sembako murah dari PSMTI. Program sosial ini membantu meringankan beban masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Menko Polkam Dudung Abdurachman menggelar rapat bersama menteri dan pejabat TNI-Polri membahas karhutla, stok BBM, energi, hingga agraria.
TNI AL memusnahkan 4.364 cartridge vape berisi narkotika senilai Rp34,9 miliar di Lampung. Barang bukti ditemukan di bus rute Medan-Tangerang.
UMKM binaan Astra mencatat potensi transaksi Rp104,9 miliar di Trade Expo Indonesia 2026, termasuk peluang ekspor ke Australia dan Jepang.
Survei BI mencatat SBT dunia usaha turun menjadi 11,46% pada kuartal III/2026. Simak sektor yang melambat dan prospek kuartal IV.
Kasus ISPA Bantul mencapai 11.883 pada April. DPRD meminta penguatan fasilitas Puskesmas dan pencegahan pembakaran lahan.