Penembakan di Islamic Center San Diego Tewaskan 5 Orang
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Jubir Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 (Corona) Achmad Yurianto di Kantor Presiden, Jakarta Pusat. /Suara.com-Ummi HS
Harianjogja.com, JAKARTA- Pemerintah Indonesia telah menyatakan positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19 sebanyak 96 orang per Sabtu (14/3/2020).
Dari 96 orang itu, ada sejumlah tenaga medis yang ikut terjangkit virus corona.
Juru Bicara untuk Pengananan COVID-19, Achmad Yurianto mengatakan hal tersebut ketika ditemui di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Sabtu (14/3/2020).
"Tenaga medis yang terjangkit ada," kata Achmad.
Namun ketika ditanya jumlahnya, Achman tidak menjawab secara rinci. Hanya saja iya meyakini ada tenaga medis yang masuk ke daftar pasien terinfeksi COVID-19.
Kemudian Achmad juga menyatakan ada satu tenaga medis yang meninggal dunia.
"Ada [yang meninggal], yang kemarin," pungkasnya.
Sebelumnya, Achmad Yurianto menyampaikan ada 27 kasus baru positif Covid19 yang ditemukan sehingga jumlah pasien yang positif Covid19 ialah 96 orang. Temuan itu diperoleh dari upaya tracing. Sedangkan pasien yang dinyatakan meninggal dunia ialah lima orang.
"Didapatkan dari tracing yang kita kerjakan secara maksimal," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.