Advertisement
Kelelawar di Pasar Depok Solo Ikut Dimusnahkan
Simulasi penanganan pasien terjangkit virus Corona di RSUD dr. Moewardi Solo, Minggu (31/1/2020). - Solopos/Wahyu Prakoso
Advertisement
Harianjogja.com, SOLO - Kalong, codot, atau kelelawar di Pasar Depok Solo segera dimusnahkan menyusul adanya pasien positif Corona di Solo yang meninggal dunia. Hal ini merupakan salah satu langkah antisipasi virus mematikan itu semakin menyebar di Solo.
Keputusan itu berdasarkan hasil rapat koordinasi (rakor) Corona Jumat (13/3/2020) malam di Loji Gandrung yang dipimpin Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo (Rudy). Rakor tersebut dilakukan setelah sedikitnya dua orang dinyatakan positif virus Corona, dan satu di antaranya meninggal dunia.
Advertisement
Seperti diketahui, berdasarkan kesimpulan awal para ahli, kelelawar diduga menjadi inang utama virus corona. Meski sebenarnya virus Corona Novel (covid-19) yang mewabah saat ini berbeda dari virus Corona yang ditemukan di tubuh kelelawar.
Di Solo, Pasar Depok menjadi pusat penjualan utama hewan-hewan hidup selain hewan ternak. Salah satu jenis hewan yang banyak dijual di Pasar Burung Depok adalah reptil dan kelelawar selain burung.
Karena itu, sebagai langkah antisipasi, muncul keputusan bahwa kalong, codot atau kelelawar di Pasar Depok Solo dimusnahkan segera.
Berikut kesimpulan rakor antisipasi wabah Corona di Solo:
1. Kota Solo dinyatakan kejadian luar biasa (KLB) corona
2. Car free day (CFD) ditiadakan sampe batas waktu yg tdk ditentukan
3. Murid-murid sekolah mulai TK-SMA baik negeri dan swasta belajar di rumah
4. Pentas WO Sriwedari, kethoprak diliburkan
5. Kegiatan olah raga di GOR Manahan dan Sriwedari ditutup
6. Destinasi dan transportasi pariwisata ditutup
7. Upacara dan apel bersama di Balai Kota ditiadakan
8. Event-event olah raga dan budaya dibatalkan/ditunda
9. Kegiatan kunker dan penerimaan kunker dibatalkan
10. Lomba kelurahan ditunda sampai 2 pekan ke depan
13. Musrenbang RKPD ditunda selama 2 pekan
14. Mal dan pasar harus sediakan tempat cuci tangan dan sabun
15. Pemusnahan kelelawar, kalong dan codot di Pasar Depok
16. Untuk sementara hindari salaman dan cipika-cipiki
Sekolah Libur
Selain kelelawar di Pasar Depok Solo dimusnahkan segera, keputusan lain yang tak kalah penting adalah imbauan tidak melakukan kegiatan dengan massa besar. Keputusan lain yang berdampak besar adalah perintah untuk meniadakan semua kegiatan sekolah di luar atau outing class.
"Semua kegiatan study tour sekolah [semua satuan PAUD] utk ditiadakan, dan mulai hari Senin 16 Maret 2020 sekolah diliburkan selama 14 hari ke depan. Sambil menunggu perkembangan lebih lanjut. Demikian untuk ditindaklanjuti," kata Kabid PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kota Solo, Galuh Murya Widawati, Jumat (13/3/2020) malam dalam keterangan tertulis.
Sementara itu, Rudy, menyampaikan keputusan tersebut berdasarkan pada rekomendasi Dinas Kesehatan Kota Solo.
"Telah diputuskan berdasarkan masukan dari Dinas Kesehatan, bahwa Solo dinyatakan KLB Corona. Dan mengimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk tidak mengumpukkan orang banyak di satu titik, itu harus dihindari," kata Rudy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Solopos.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Bentrok Pakistan-Afghanistan Memanas, PBB Serukan Jalur Diplomasi
- Pengamat Dorong THR Dibayar H-14, Ini Alasannya
- 869 Ribu PBI JKN Aktif Lagi, Mensos Ungkap Skema Reaktivasi
- YouTuber Korea Klaim Dirinya Yesus, Raup Donasi Rp587 Miliar
- Bansos PKH dan BPNT Kuartal I 2026 Cair 90 Persen, Total Rp20 Triliun
Advertisement
Truk Besar Kerap Parkir Liar, Simpang Eks PJKA Dipasangi Water Barrier
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Ramadhan 2026, ChatGPT Jadi Andalan Produktivitas dan Bisnis Warga RI
- Liga Champions: Courtois Prediksi Duel Real Madrid vs Manchester City
- OTT Bea Cukai Berlanjut, KPK Tetapkan Tersangka Baru Budiman Bayu
- Kasus Narkoba Bima, Bareskrim Polri Buru DPO Koko Erwin
- 869 Ribu PBI JKN Aktif Lagi, Mensos Ungkap Skema Reaktivasi
- Survei Jalur Mudik DIY, 90 Persen Jalan Mantap namun Masih Ada Lubang
- PSIM Jogja Waspadai Efek Pelatih Baru PSBS di Tengah Jadwal Padat
Advertisement
Advertisement








