463 Orang Meninggal karena Corona, Italia Berlakukan Isolasi Nasional

Para tentara memeriksa identitas orang-orang di sebuah pos pemeriksaan di wilayah Lombardia, Italia, pada 27 Februari 2020. - Antara/Xinhua
10 Maret 2020 17:27 WIB Reni Lestari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Italia mengisolasi warga secara nasional menyusul terus meningkatnya penyebaran virus Corona. Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte pada konferensi pers, Senin (9/3/2020) malam waktu setempat, menyebut pembatasan perjalanan yang awalnya diterapkan di bagian utara Italia kini diperluas hingga seluruh negeri. Upaya ini disebut dengan gerakan I'm staying home.

"Kita perlu mengubah kebiasaan kita sekarang. Kita harus memaksakan pengorbanan ini," kata Conte, dilansir Bloomberg, Selasa (10/3/2020).

Kurang dari 48 jam setelah mengumumkan langkah-langkah pengendalian penyebaran virus di wilayah sekitar Milan, Conte bergerak untuk memperluas pembatasan dengan dekrit di seluruh negeri. Pada Minggu (8/3/2020), seluruh wilayah Lombardy, termasuk pusat keuangan di Milan dan 14 provinsi yang paling terdampak di utara Italia ditutup hingga 3 April 2020.

Di bawah dekrit terbaru itu, sekolah dan universitas ditutup secara nasional, semua acara publik akan dibatalkan dan warga Italia tidak akan diizinkan bepergian tanpa alasan bisnis atau kesehatan terkait sampai 3 April 2020.

Dekrit itu juga hanya mengizinkan warga bepergian antarkota dengan alasan darurat dan dapat dikenakan hukuman hingga 3 bulan penjara jika melanggar.

Upaya ini tetap dilakukan meski beberapa inisiatif di utara Italia tampaknya menghasilkan efek yang terbatas, karena kereta api dan bandara masih beroperasi dan banyak orang Italia terus bergerak bebas. Tentara dan polisi baru mulai melakukan pemeriksaan di bandara dan stasiun kereta pada Senin kemarin.

Keputusan Conte diumumkan setelah jumlah kasus di Italia melonjak sebesar 25% menjadi 9.172 pada Senin kemarin. Kematian yang dilaporkan melonjak menjadi 463 dari 366.

Wabah ini sedang menguji batas-batas sistem kesehatan negara dan merupakan pukulan bagi ekonomi yang sudah di ambang resesi. Kementerian Keuangan Italia mengatakan bahwa negara itu lebih baik menghadapi pukulan ekonomi jangka pendek sekarang untuk mencegah krisis yang lebih luas.

Pemerintah Kamis pekan lalu telah menggandakan pengeluaran darurat menjadi 7,5 miliar euro atau US $8,5 miliar untuk meredam dampak ekonomi dari virus tersebut. Angka itu akan naik lebih jauh, la Repubblica melaporkan Senin, mengutip sebuah wawancara dengan Conte.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia