Pesta Dansa di Hari Valentine Sebabkan Corona di Indonesia, Kemenkes Lacak 50 Tamu

Presiden Joko Widodo (kiri) dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyatakan dua orang WNI positif Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/3 - 2020). Biro Pers Sekretariat Presiden
02 Maret 2020 20:07 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melacak semua orang yang hadir dalam pesta dansa pada Hari Valentine atau 14 Februari 2020. Pesta dansa yang berlangsung di Jakarta itu diduga menjadi penyebab awal Virus Corona atau Covid-19 menginfeksi Indonesia.  

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto mengatakan pesta dansa itu dihadiri sekitar 50 orang dari berbagai negara.

“Kami tracking kelompok dansanya karena nasionality [kewarganegaraan] banyak warga beberapa negara sedang kita tracking dengan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (2/3/2020).

Lebih detail , Yuri menceritakan bahwa WNI pertama yang terinfeksi Virus Corona di Indonesia, berada di pesta dansa tersebut.  Perempuan berusia 31 tahun ini pertama kali melakukan pemeriksaan ke dokter pada 16 Februari 2020 dengan keluhan batuk dan sedikit demam. Berdasarkan kondisi saat itu, dokter memutuskan kondisi pasien tidak memerlukan rawat inap. 

Namun, pada 27 Februari kondisinya memburuk. Pun pada tanggal 20 Februari ibu pasien, 64, yang tercatat sebagai pasien Covid-19 kedua di Indonesia, mulai tertular demam.

“Karena tanggal 27 [Februari 2020] semakin tidak enak dan kebetulan tanggal 20 [Februari 2020] ibunya ketularan sakit demam, maka dua-duanya memutuskan minta dirawat di RS,” katanya.

Selanjutnya pada tanggal 28 Februari 2020, pasangan dansa perempuan berusia 31 tahun mengabarkan kepada dirinya tengah di rawat di rumah sakit di Malaysia. Pasangan dansa berkewarganegaraan Jepang ini dinyatakan positif Virus Corona. 

Selanjutnya kedua orang tersebut pun merasa khawatir ikut terinfeksi. Pada tanggal 1 Maret 2020 dua orang ibu dan anak itu dirujuk ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, Jakarta. “Hari itu diperiksa dan hari itu confirm positif [Covid-19]. Kondisi [hari ini] baik-baik saja, beraktivitas meski diisolasi,” jelas Yuri.

Pemerintah pun melanjutkan pemeriksaan kepada anggota keluarga dan juga asisten rumah tangga (ART) kedua orang itu. Hasilnya kakak dari perempuan berusia 31 tahun tersebut dan ART dinyatakan negatif. 

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia