Observasi WNI ABK World Dream dan Diamond Princess Dibagi dalam Dua Blok

Petugas kesehatan menyemprotkan cairan disinfektan kepada WNI ABK Diamond Princess dan barang bawaan saat turun dari kapal di Yokohama, Jepang, Minggu (2/3/3030). Pemerintah mengevakuasi 69 WNI ABK Diamond Princess yang dinyatakan negatif COVID-19 untuk dipulangkan ke tanah air dan diosevasi di pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu. - Antara/HO/KBRI Tokyo
02 Maret 2020 04:27 WIB Asteria Desi Kartika Sari News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah kembali meninjau Pulau Sebaru Kecil, Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta yang menjadi lokasi observasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) Pesiar World Dream dan Diamond Princess.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan Pulau Sebaru Kecil telah siap untuk menjadi lokasi observasi.

"Semua tenaga kesehatan dan peralatan telah disiapkan dengan optimal. Semua tenaga TNI/Polri dan pendukung siap," tutur Menko Muhadjir dalam keterangan resminya, Minggu (1/3/2020).

Lebih lanjut, Muhadjir mengatakan WNI dari dua kapal pesiar tersebut akan diobservasi secara terpisah. Secara teknis akan ada dua blok terpisah untuk masing-masing kelompok. Pemerintah, kata Muhadjir, juga telah melengkapi ketersediaan fasilitas dan tenaga pendukung untuk masing-masing blok observasi.

"Nanti ada dua blok, ada blok dari World Dream dan ada blok dari Diamond Princess. Batas untuk kelompok tersebut dibuat jelas dan tidak akan terjadi kumpul di antara keduanya. Untuk teknis tentu saja sudah kita bahas, daya dukung dari TNI dan BNPB, dan back up kesehatan dari Sesditjen P2P Kemenkes," lanjutnya.

Diketahui, para WNI ABK tersebut dievakuasi untuk observasi di Pulau Sebaru Kecil karena bekerja di atas kapal yang terdapat penumpang terinfeksi Covid-19 (virus korona).

Muhadjir menjelaskan, proses evakuasi dilakukan secara bergantian, yang pertama akan datang di Pulau Sebaru Kecil adalah 188 WNI ABK Kapal World Dream dengan KRI DR Suharso-990 yang telah tiba di perairan Pulau Sebaru Kecil siang ini. Kemudian 68 WNI ABK Kapal Diamond Princess di Yokohama, Jepang telah dilakukan penjemputan menggunakan pesawat udara dan akan tiba untuk melakukan observasi secepatnya.

Pemerintah dan semua pihak terkait akan terus bersiaga dan akan menyiapkan prosedur alternatif apabila kemungkinan terburuk terjadi dan disesuaikan dengan kondisi Pulau Sebaru Kecil.

"Kerja sama dan kehati-hatian untuk semua pihak sangat dibutuhkan agar proses ini dapat menyelamatkan ABK dan bangsa Indonesia," pungkas Menko PMK.

Selain mengecek persiapan, Menko PMK turun langsung mengkoordinir proses evakuasi KRI dr Suharso-990 yang mengevakuasi 188 WNI ABK Kapal World Dream ke Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu untuk memulai tahapan observasi corona virus (Covid-19).

Proses evakuasi dari KRI dr Suharso-990 menuju Pulau Sebaru Kecil menggunakan Landing Craft Utility (LCU). Kapal LCU merupakan jenis kapal yang digunakan pasukan amfibi untuk mengangkut peralatan dan pasukan ke pantai atau dermaga. Kapal LCU diperkirakan dapat menganggkut 60 personel sekali perjalanan.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia