Dua Menteri Disebut Layak Kena Reshuffle

Joko Widodo - Reuters/Willy Kurniawan
21 Februari 2020 19:07 WIB Muhammad Khadafi News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Isu perombakan Kabinet Indonesia Maju beredar. Menurut Adi Prayitno, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah, ada dua kandidat menteri yang layak kena reshuffle

Dia mengatakan Presiden Joko Widodo berkerja tanpa beban pada periode kedua. Eks Gubernur DKI Jakarta tersebut pun seharusnya fokus menggenjot kinerja guna menorehkan sejarah positif sebagai presiden dua periode. Dengan demikian kinerja menteri yang tidak mumpuni, layak untuk diganti. 

“Biasanya reshuffle itu juga alasan meredam kegaduhan. Kalau ada menteri yang menimbulkan kegaduhan layak diganti. Menteri yang bicara out of the box,” katanya saat dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, Jumat (21/2/2020).

Kendati demikian, terkait kinerja, kata Adi, secara objektif hal tersebut sebenarnya dapat dinilai setelah 6 bulan berkerja atau 180 hari. Ukuran kerja selama 100 hari belum dapat menjadi patokan.

“Kalau mau jujur paling minimal enam bulan. Itu bisa kelihatan menteri yang kerja dan tidak,” katanya. 

Di luar itu semua, Adi menilai isu perombakan kabinet dapat menjadi motivasi bagi para menteri Jokowi untuk menggenjot kinerja. Pasalnya saat informasi tersebut beredar, para menteri akan berupaya mencapai target-target yang telah ditetapkan sesuai dengan janji kampanye Jokowi. 

Adapun isu reshuffle kabinet bertiup melalui linimasa Twitter. Seorang pegiat media sosial, Dede Budhyarto menyatakan Presiden Jokowi akan segera melakukan perombakan kabinet.

“Pengen cerita hasil pertemuan dgn [dengan] Presiden @jokowi, eh pulang dari Istana Bogor malah sakit. Intinya bakal ada resafel [reshuffle] tunggu saja yah. Menteri yang kinerjanya ndak bagus klen [kalian] bakalan dicukupkan,” ujarnya melalui akun Twitter bernama @kangdede78, Jumat (21/2/2020).

Hingga berita ini diturunkan Istana belum memberikan tanggapan. Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman belum merespons saat Jaringan Informasi Bisnis Indonesia mencoba mengonfirmasi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia