BNPB Gelar OMC di Aceh Barat dan Nagan Raya Cegah Karhutla

Newswire
Newswire Sabtu, 25 Juli 2026 13:07 WIB
BNPB Gelar OMC di Aceh Barat dan Nagan Raya Cegah Karhutla

Foto ilustrasi cuaca cerah hasil modifikasi cuaca. - Freepik

Harianjogja.com, MEULABOH—Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan PT Smart Cakrawala Aviation menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah udara Kabupaten Aceh Barat dan Nagan Raya, Provinsi Aceh. Langkah ini dilakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di dua daerah tersebut.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Teuku Ronal mengatakan operasi penyemaian awan itu menjadi bagian dari penanganan kebencanaan di Aceh Barat dan Nagan Raya. Ia menyebut kegiatan difokuskan pada area yang berpotensi memicu pembentukan atau penebalan awan hujan.

Sasar Blocking Area di Dua Kabupaten

Teuku Ronal menjelaskan misi penyemaian bahan semai diarahkan ke wilayah Aceh Barat dan Nagan Raya dengan cakupan blocking area Radial 120–210/50–120 NM dengan bearing 140 dari Banda Aceh.

“Operasi ini direncanakan menerbangkan 1.000 kg (1 ton) garam NaCl," kata dia.

Penerbangan sortie 1 dilakukan menggunakan armada pesawat Cessna C208 bernomor registrasi PK-SNM. Pesawat tersebut lepas landas dari Bandara Sultan Iskandar Muda (BTJ) Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.

Penyemaian dilakukan pada ketinggian jelajah antara 8.000 hingga 12.000 kaki. Pada lapisan ketinggian itu, distribusi garam klorida di dalam awan diharapkan berjalan lebih optimal.

“Penyemaian bahan semai NaCl sebanyak satu ton ini dilakukan pada ketinggian ideal 8.000–12.000 kaki agar distribusi garam klorida di dalam awan berjalan optimal,” kata dia.

Diharapkan Percepat Pemulihan Cuaca

Langkah OMC tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan pemulihan kondisi cuaca dan hidrometeorologi di kawasan barat Aceh. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi penanganan karhutla yang saat ini masih terus dipantau.

BPBD Aceh Barat juga mencatat luas lahan yang sudah terbakar di empat kecamatan di daerah setempat mencapai 12,5 hektare. Empat kecamatan itu meliputi Johan Pahlawan, Samatiga, Meureubo, serta Woyla Barat.

Modifikasi cuaca, seperti teknologi semai awan (cloud seeding), memiliki peran strategis dalam mengelola pasokan air dan meminimalkan dampak iklim ekstrem. Salah satu manfaat utamanya adalah meningkatkan curah hujan di daerah yang melanda kekeringan, sehingga dapat menjaga ketersediaan cadangan air di waduk untuk kebutuhan pertanian, konsumsi masyarakat, serta pembangkit listrik tenaga air.

Selain itu, modifikasi cuaca juga efektif digunakan untuk mitigasi bencana, seperti mengurangi risiko banjir dengan memicu hujan lebih awal di laut sebelum mencapai daratan, hingga memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memicu hujan buatan di wilayah terisolasi.

Secara keseluruhan, penerapan teknologi ini memberikan perlindungan proaktif terhadap sektor ekonomi, lingkungan, dan keselamatan masyarakat dari ancaman perubahan cuaca yang makin sulit diprediksi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online