Polisi Rekonstruksi Kasus Penyiraman Air Keras Novel Baswedan Jelang Subuh

Penyidik KPK Novel Baswedan saat ikut peringatan 500 penyiraman wajah Novel di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (1/11/2018). - Suara.com/Welly
07 Februari 2020 00:47 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-- Pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK, Novel Baswedan akan masuk tahap rekonstruksi. Penyidik Polda Metro Jaya akan menggelar rekonstruksi di tempat kejadian perkara kasus tersebut, Jumat (7/2/2020).

"Ya betul [ada rekonstruksi kasus Novel Baswedan di TKP]," kata Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Argo Yuwono kepada detikcom, Kamis (6/2/2020).

Argo menyebut rekonstruksi itu akan berlangsung pada waktu Subuh. Dia tidak menjelaskan lebih jauh terkait proses rekonstruksi yang akan berlangsung itu.

"Ya [rekonstruksi berlangsung Subuh]," tegas Argo.

Seperti diberitakan, penyidik senior KPK, Novel Baswedan, mengalami insiden penyiraman air keras pada 11 April 2017. Saat itu, Novel baru saja menunaikan salat Subuh di Masjid Al-Ihsan, yang berjarak sekitar 4 rumah dari kediamannya di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Proses penyidikan kasus yang menimpa Novel Baswedan itu masih berlanjut. Terakhir, penyidik memeriksa Novel Baswedan pada Senin (6/1/2020).

Selain itu, polisi sudah menetapkan dua tersangka berstatus polisi aktif berinisial RM dan RB setelah ditangkap di Cimanggis, Depok, pada Kamis (26/12/2019). Polisi masih mendalami motif tersangka menyiramkan air keras ke Novel Baswedan.

Sumber : Detik.com