Selat Hormuz Kembali Ditutup Iran, Dampak Blokade AS Berlanjut
Iran kembali menutup Selat Hormuz sehari setelah dibuka, memicu ketegangan baru dan ancaman terhadap kapal komersial.
Suasana pasar di Hong Kong setelah merebaknya virus corona./JIBI-Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA – China sebagai negara penyumbang emisi gas karbon terbesar di dunia mencatat penurunan tajam emisi gas CO2 sejak wabah coronavirus menyebar.
Karantina, liburan yang panjang, serta penutupan akses transportasi membuat tidak banyak kendaraan yang berlalu-lalang, ditambah dengan berkurangnya jadwal penerbangan serta penutupan tambang batubara dan pabrik baja, yang menjadi penyumbang terbesar gas rumah kaca yang mendorong pemanasan global.
Dilansir Bloomberg, penurunan aktivitas tersebut akan mendorong pengurangan emisi di awal tahun ini. Seberapa banyak penurunan tingkat emisi tersebut akan bergantung pada berapa lama kegiatan ekonomi tetap tertekan dan jenis stimulus apa yang dilakukan pemerintah setelah wabah dapat diatasi.
"Virus corona seharusnya diharapkan mengurangi emisi karbon China pada kuartal pertama," kata Melissa Brown, direktur studi keuangan energi Asia untuk Institute for Energy Economics and Financial Analysis.
"Pertanyaan sebenarnya adalah bagaimana coronavirus mempengaruhi kegiatan ekonomi secara lebih luas dan untuk berapa lama," lanjutnya, seperti dikutip Bloomberg.
BP Plc mencatat China menghasilkan lebih dari 9,4 miliar ton emisi gas karbon ke atmosfer dari bahan bakar yang dibakar, lebih dari gabungan emisi karbon AS dan Uni Eropa. Meskipun masih terlalu dini untuk mengetahui sejauh mana pengurangan jangka pendek berlangsung, penurunan penggunaan energi jangka pendek terjadi dengan tiba-tiba.
Permintaan bahan bakar di China menurut sekitar 20 persen karena penduduk lebih memilih berada di dalam eninggalkan rumah dan maskapai membatalkan sejumlah penerbangan. Pemerintah mengatakan kepada perusahaan untuk memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek hingga 10 Februari.
Hal itu mengurangi permintaan untuk penggunaan batubara di pembangkit listrik. Sementara itu, pabrik baja, peleburan tembaga, dan pabrik semen mengurangi produksi karena aktivitas konstruksi melambat.
Li Shuo, penasihat kebijakan dari Greenpeace China. Dia menyebut praktik mengatakan tingkat polusi dapat kembali meningkat setelah pabrik di China mengatakan dapat memaksimalkan produksi pada akhir tahun untuk mengkompensasi kerugian ekonomi selama periode penutupan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Pakar UGM mengingatkan bahaya heat stroke di tengah suhu panas ekstrem. Kondisi ini dapat merusak fungsi organ dan otak hingga berujung kematian jika terlambat
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Veda Ega Pratama puas jadi tercepat di practice Moto3 Jerman (1'25.848), tetapi targetkan perbaikan. Bangkit dari posisi 23 di FP1. "Setelan motor lebih baik.
Laga Inggris vs Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026 terancam tunda akibat cuaca ekstrem di Miami. FIFA pantau badai petir dan suhu 43°C. Inggris juga ha