Satu Jenazah Korban Virgo Transport 8 Dievakuasi dengan Helikopter
Helikopter Polri mengevakuasi satu jenazah korban KM Virgo Transport 8 dari lokasi 30 NM dari daratan menuju Banjarmasin.
Yasonna H. Laoly./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Sekelompok masyarakat akan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Jl Rasuna Said, Kuningan, Jaksel. Aksi yang diberi nama \'Aksi Damai 221 Priok Bersatu\'tersebut sebagai bentuk protes masyarakat yang tersinggung atas ucapan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.
Polda Metro Jaya menurunkan ratusan personel untuk mengamankandi aksi tersebut. "Sudah kita persiapkan pengamanan sekitar 200 personel di lokasi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (22/1/2020).
Yusri mengatakan, pihaknya juga mempersiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Jl Rasuna Said, Kuningan, untuk mengantisipasi macet yang ditimbulkan akibat aksi tersebut. Penutupan ruas jalan sangat situasional.
"Rekayasa lalu lintas situasional. Kalau dia tutup jalan semua ya kita tutup," imbuhnya.
Aksi tersebut rencananya bakal digelar di depan Gedung Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, siang ini. Aksi tersebut merupakan protes massa atas ucapan Laoly yang menyinggung warga Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Dalam selebaran yang beredar, massa menuntut Menteri Yasonna Laoly untuk meminta maaf kepada masyarakat Tanjung Priok atas ucapannya bawah \'Tanjung Priok daerah miskin, kumuh dan kriminal\'.
"Mari tunjukkan warga Tanjung Priok bukan kaleng-kaleng yang bisa direndahkan dan dihina," demikian tulisan pada selebaran tersebut.
Massa berkumpul di Pos 9 (Mambo) dan halte bus Plumpang pada pukul 09.00 WIB. Namun hingga berita ini dimuat, massa belum datang ke lokasi.
Hal itu diucapkan Yasonna dalam sambutannya di acara \'Resolusi Pemasyarakatan 2020 Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS)\' di Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta, Kamis (16/1/2020). Saat itu Yasonna sedang memberikan penjelasan bahwa kriminal adalah masalah sosial.
Dia kemudian menyebutkan kejahatan lebih banyak terjadi di daerah miskin. Yasonna lalu mencontohkan dua anak yang lahir dan besar di dua kawasan, yakni Menteng dan Tanjung Priok. Ia meyakini anak yang lahir dari kawasan Tanjung Priok, yang terkenal keras dan sering terjadi tindak kriminal, akan melakukan hal serupa di masa depan.
"Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas [daerah kumuh], bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan," sebut Yasonna saat itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : detik.com
Helikopter Polri mengevakuasi satu jenazah korban KM Virgo Transport 8 dari lokasi 30 NM dari daratan menuju Banjarmasin.
Padat Karya Sleman 2026 tak mendapat tambahan APBD Perubahan. Program BKK DIY masih berlanjut hingga tahap ketiga pada Oktober-November.
Kenali tanda disleksia pada anak saat belajar membaca, mulai sulit mengenali huruf hingga membaca lambat dan kesenjangan nilai akademik.
Perkara TPPU yang menyeret Febrie Adriansyah masuk tahap finalisasi. Tim 9 Kejagung menunggu P-21 sebelum penyerahan tersangka dan barang bukti.
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
IHSG ditutup turun 1,13 persen ke 6.461,15 mengikuti bursa Asia di tengah ketegangan geopolitik Iran-AS dan Ukraina-Rusia.