Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Malang, 8 Pelajar Diperiksa
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Raja Keraton Sejagat/ist
Harianjogja.com, PURWOREJO - Toto Santoso yang mengaku sebagai Raja Keraton Agung Sejagat mengklaim batu di dalam kompleks Keraton Agung Sejagat merupakan \'prasasti bertuah\'.
Di batu itu ada jejak sepasang telapak kaki, logo, dan tulisan berbahasa Jawa. Namun, ternyata salah seorang pengikut Keraton Agung Sejagat itu, Setiyono Eko Pratolo, yang sudah punya pangkat bintang tiga di pundaknya itu malah mengaku tidak tahu apa isi batu yang disebut Prasasti Ibu Bumi Mataram II itu.
"[Isi] Prasasti itu saya juga nggak tahu," kata Eko saat ditemui Detikcom di kediamannya, Kamis (16/1/2020).
Eko pun mengetahui jika prasasti itu dikerjakan para pengikut Raja Toto lainnya. Namun, menurutnya prasasti itu tidak dikerjakan sembarang orang.
"Itu ada ahlinya khusus," ujar Eko yang mengaku punya jabatan sebagai penggawa itu.
Namun, Eko tak menjawab lugas saat ditanya apakah Raja Toto pernah menjelaskan makna dari prasasti itu ke para pengikutnya. Dia juga tidak tahu apakah prasati itu dibuat dengan cara dipahat atau dengan cara lain.
"Nek [kalau] itu saya nggak tahu, wong saya nggak mengerjakan [prasasti]," jelas Eko.
Saat ditanya soal makna lambang dan simbol di dalam keraton, lagi-lagi Eko mengaku tak tahu. Apalagi soal lambang-lambang mirip Nazi itu.
"Apalagi sampai lambang, saya nggak paham blas (sama sekali). Cuma yang di dalam istana ada tombak, terus lambang-lambang yang di dalam, gambar," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : detik.com
Polresta Malang Kota memeriksa delapan pelajar SMPN 18 yang diduga menjadi korban kekerasan mantan kepala sekolah berinisial MAH.
Nguyen Xuan Son cedera hamstring dan absen 4-6 pekan. Striker Vietnam itu harus mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.