Kasus Asabri, Dahniel: Pak Menhan Ingin Pastikan Dana Prajurit Tetap Aman

Aktivitas layanan nasabah di kantor PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri), di Jakarta. - Bisnis/Dedi Gunawan
14 Januari 2020 16:57 WIB Rayful Mudassir News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Pertahananan Prabowo Subianto akan mempelajari dugaan korupsi yang menjerat PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata atau Asabri Asabri (persero).

Staf Khusus Menteri Pertahanan RI Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antara Lembaga, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan Prabowo langsung mempelajari kasus tersebut setelah mendapat kabar tentang dugaan korupasi PT Asabri.

"Menhan berkepentingan dengan kasus Asabri meski Asabri adalah BUMN yang secara hirarkis di bawah Koordinasi Kementerian BUMN," katanya melalui keterangan resminya, Selasa (14/1/2020).

Meski tidak membawahi BUMN, Menhan dianggap berkepentingan untuk membantu penyelesaian kasus ini. Pasalnya total aset PT Asabri senilai Rp35,188 triliun, berasal dari uang iuran pensiun prajurit TNI/Polri dan PNS TNI/Polri termasuk PNS Kemhan.

Dari total gaji seluruh prajurit maupun PNS, PT Asabri memotong gaji pokok mereka sebesar 4,75% tiap bulan dan 3,25% untuk tunjangan hari tua.

"Jadi, Pak Menhan ingin memastikan dana prajurit tetap aman dan tidak terganggu," katanya.

Perusahaan plat merah itu diduga melakukan korupsi sekitar Rp10 triliun. Dugaan itu disebut-sebut tidak kalah fenomenal dibandingkan dengan kasus gagal bayar yang mendera Jiwasraya.

Sebelumnya Menko Polhukam Mahfud MD juga sempat menyebut akan memanggil Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN untuk mengetahui dugaan korupsi itu.

Sumber : Bisnis.com