Advertisement

Dampak Siklon Tropis Claudia, Cuaca Buruk Diprediksi Terjadi Hingga 15 Januari

Rayful Mudassir
Selasa, 14 Januari 2020 - 06:07 WIB
Nina Atmasari
Dampak Siklon Tropis Claudia, Cuaca Buruk Diprediksi Terjadi Hingga 15 Januari Petugas menunjukkan informasi Ocean Forecast System di Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah 3 Denpasar, Bali, Kamis (2/1/2020). - ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Cuaca ekstrem masih harus diwaspadai oleh warga di seluruh Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi dampak siklon tropis Claudia. Hujan intensitas tinggi disertai angin kencang dan kilat diperkirakan terjadi hingga 15 Januari 2020.

Imbauan tersebut dikeluarkan setelah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan potensi siklon tropis Claudia. Fenomena ini ditandai dengan adanya hujan lebat disertai angin kencang dan petir.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB Agus Wibowo mengatakan prediksi BMKG 24 jam ke depan menunjukkan arah gerak menjauhi wilayah Indonesia.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

“Namun, kami meminta warga mewaspadai potensi bahaya dampak dari siklon tropis yang terpantau dapat berkecepatan lebih dari 100 km/jam ini,” paparnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, jaringan Harianjogja.com, Kamis (13/1/2020).

Adapun BMKG memantau pertumbuhan siklon tropis di perairan barat Darwin, Australia. Sirkulasi siklonik ini terpantau di Samudera Pasifik timur Filipina hingga dapat berdampak ke wilayah Nusantara.

BMKG juga menyebutkan konvergensi memanjang dari Sumatra Barat, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, hingga Laut Jawa bagian barat.

Di sisi lain, belokan angin terdapat di Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Selat Karimata, dan Kalimantan Utara. Dampak dari siklon ini seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Sulawesi Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT berpotensi mengalami angin kencang dengan kecepatan hingga 37 km/jam. Selain itu, gelombang setinggi 2,5-4 meter juga berpotensi terjadi di perairan selatan Bali hingga selatan NTB, perairan selatan Pulau Sumba, Samudera Hindia selatan Jawa Timur hingga selatan NTB, perairan Pulau Sabu, dan Pulau Rote.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

Ditabrak Truk di Jalan Jogja Wonosari, Avanza Hancur Sebagian

Bantul
| Rabu, 05 Oktober 2022, 14:47 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement