Siswi Diteror Pengurus Rohis Sekolah Gegara Tak Berjilbab, Ganjar Langsung Kirim Utusan

Ganjar Pranowo. - Antarafoto
09 Januari 2020 20:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, SRAGEN—Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo angkat bicara ihwal kasus dugaan diksriminasi terkait dengan penggunaan jilbab di sekolah.

Kasus intimidasi yang dialami seorang siswi SMAN 1 Gemolong, Sragen, Jawa Tengah (Jateng), berinisial Z menjadi sorotan berbagai pihak. Z mengaku diintimidasi pengurus Kerohanian Islam (Rohis) melalui pesan Whatsapp (WA) karena tak menggunakan hijab.

Kisah tragis yang dialami Z tersebut menuai simpati Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Dia menegaskan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng bakal datang ke sekolah Z untuk meminta klarifikasi.

“Banyak yang tanya kepada saya soal teror WA ke siswi tak berjilbab di SMA 1 Gemolong Sragen. Dinas P & K [Pendidikan dan Kebudayaan] Provinsi besok pagi akan klarifikasi ke sekolah. Mari kita hormati & saling belajar dengan baik, tidak memaksa apalagi meneror. Saya akan ajak bicara siswa, guru & ortu [orang tua siswa],” terang Ganjar Pranowo lewat akun Twitter miliknya, @ganjarpranowo, Rabu (9/1/2020).

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, persoalan yang dialami Z ini juga sampai ke telinga orang tuanya, AP. AP mengaku tersinggung karena ada pesan intimidasi yang menyebut dirinya mendukung Z melakukan sesuatu yang melanggar syariat Islam karena membiarkan anaknya tidak berhijab.

Hal itu membuat AP menyambangi SMAN 1 Gemolong, Sragen, untuk meminta penjelasan sekaligus memediasi antara pengurus Rohis dengannya.

“Kami ingin anak-anak Rohis ini dibina. Mereka ini kan masih polos. Ibarat gelas, mau diisi apa saja bisa. Saya berharap jangan sampai ada diskriminasi lagi yang bisa mengganggu kenyamanan siswa belajar di sekolah. Sebab, tugas utama siswa kan berlajar. Kalau terganggu ya kasihan,” ucap AP.

Sementara itu, Wakil Kepala Bidang Humas SMAN 1 Gemolong, Sumanti, mengatakan cara pengurus Rohis dalam menyampaikan pesan itu perlu diperbaiki supaya tidak menyinggung perasaan orang lain. Tetapi, ia menegaskan persoalan itu telah selesai.

“Masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” ujar Sumanti.

Sumber : Solopos.com