Ruang Sekjen PDIP Dikabarkan Akan Disegel KPK, Ini Komentar Djarot

Djarot Saiful Hidayat - JIBI/Bisnis.com/Jaffry Prabu Prakoso
09 Januari 2020 18:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ruang kerja Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto akan disegel oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat belum bisa berkomentar banyak mengenai kabar tersebut.

"Saya belum ke DPP, langsung ke sini. Jadi, belum bisa memberikan penjelasan," kata Djarot, saat ditemui di sela persiapan Rakernas PDIP, di JIExpo, Jakarta, Kamis (9/1/2020).

Dia mengatakan sejauh yang diketahuinya tidak ada upaya penghalangan penggeledahan dan penyegelan. Menurut Djarot, PDIP tidak akan menolak langkah-langkah yang dibutuhkan dalam penegakan hukum sepanjang ada bukti-bukti yang kuat.

"Kami tidak menolak. Kami menghormati semua proses hukum. Partai tidak akan mengintervensi. Jadi, silakan saja, asalkan betul-betul resmi," katanya pula.

Namun, kata dia, informasi secara lebih jelas mengenai kabar tersebut rencananya akan digelar konferensi pers. "Khusus untuk masalah ini nanti akan ada konferensi pers," kata Djarot.

Sedianya, Hasto dijadwalkan meninjau persiapan Rakernas PDIP pada Kamis siang, tetapi hingga sekarang belum terlihat.

Djarot hanya terlihat didampingi politikus PDIP Aria Bima saat meninjau stan-stan yang dipersiapkan untuk meramaikan Rakernas PDIP di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.

Namun, Djarot memastikan Hasto akan hadir di JIExpo untuk mengecek persiapan rakernas.

"Pak Hasto nanti ke sini. Pak Hasto tadi informasinya kecapekan mungkin, ya. Nanti ke sini," katanya lagi.

Sebelumnya, beredar kabar terseretnya staf Hasto Kristiyanto dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Politikus Partai Demokrat Andi Arief, lewat cuitan di akun pribadinya @AndiArief, turut menyebut bahwa OTT terhadap Wahyu dilakukan juga kepada seorang caleg dari partai pemenang pemilu.

"Miris saya mendengar kabar OTT komisioner KPU bersama Caleg Partai suara terbesar Pemilu. Lebih miris lagi kabarnya bersama dua staf Sekjen Partai tersebut. Sistemik?" cuit Andi.

Sumber : Antara