Advertisement

Kapal China Masih Bercokol di Perairan Natuna, Ini Alasan TNI Tak Mau Menembak

Newswire
Selasa, 07 Januari 2020 - 22:17 WIB
Bhekti Suryani
Kapal China Masih Bercokol di Perairan Natuna, Ini Alasan TNI Tak Mau Menembak Pergerakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teuku Umar-385 menghalau kapal Coast Guard China terlihat melalui layar yang tersambung kamera intai dari Pesawat Boeing 737 Intai Strategis AI-7301 Skadron Udara 5 Wing 5 TNI AU Lanud Sultan Hasanudin Makassar di Laut Natuna, Sabtu (4/1/2020).-Antara - M Risyal Hidayat

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA--Kapal milik China masih bercokol di Perairan Natuna sampai saat ini.

Kapal pencari ikan dan coast guard China memasuki zona ekonomi eksklusif (ZEE) wilayah hak berdaulat Indonesia di Perairan Natuna. Kapal-kapal perang Indonesia sudah berada di lokasi, namun hanya mengamati. Kenapa tidak menembak?

"Pantauan terus dilakukan, perkembangan masih tetap sama seperti kemarin," kata Kepala Dinas Penerangan Komando Armada (Koarmada) I, Letkol Laut (P) Fajar Tri Rohadi, kepada wartawan, Selasa (7/1/2020).

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Fajar mengatakan sejauh ini kapal-kapal dari Negeri Tirai Bambu masih bercokol di situ. Ibaratnya, kapal-kapal ini seperti penghuni liar di tanah milik seseorang, namun penghuni liar tersebut emoh disuruh pergi.

"Kita harus hadir di situ, kita tunggui supaya mereka keluar. Kalau kita punya lahan kosong, tiba-tiba ada orang datang di situ mulai menaruh barang bekas, lama-lama membangun gubuk, lama-lama gubuknya pakai beton, lama-lama dipasangi listrik karena teridentifikasi sebagai rumah warga, lama-lama dia tidak mau diusir," kata Fajar.

Cara supaya kapal-kapal asing itu pergi adalah dengan menduduki perairan itu. Kini sudah ada delapan kapal perang milik TNI yang ada di laut Natuna. Kapal-kapal itu punya kemampuan menembak. Kenapa kapal perang RI tidak menembak supaya mereka enyah dari wilayah hak kedaulatan NKRI?

"Kenapa tidak ditembak? Kita tidak dalam kondisi perang," kata Fajar.

Pengusiran tidak bisa dilakukan dengan tembakan dari kapal-kapal perang RI. Dia menjelaskan, kapal-kapal China yang ada di lokasi adalah kapal pencari ikan. Mereka mengklaim punya hak untuk mengambil ikan. Padahal, tak ada landasan legal di dunia internasional yang memperkuat klaim mereka. Penjelasan kedua kenapa kapal perang RI tidak menembak berkaitan dengan status kapal-kapal China itu sendiri.

"Kedua, yang datang ke sini adalah kapal pemerintah, bukan kapal perang. Kapal negara asing itu bukan kapal yang datang ke sini untuk perang atau invasi, melainkan dia adalah kapal coast guard, kapal sipil, non-military target," kata Fajar.

Advertisement

Delapan kapal perang RI di Natuna saat ini berjenis korvet, fregat, dan oiler (tanker). Kapal korvet mempunyai kemampuan pertahanan di permukaan, anti-kapal selam, anti-serangan udara, dan melancarkan serangan udara.

Kapal fregat punya kemampuan seperti korvet, bahkan berukuran lebih besar ketimbang korvet. Namun kapal-kapal ini tak melepas tembakan ke arah kapal-kapal China.

"Ini bukan operasi tempur, hanya mengusir kapal," kata Fajar.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Detik.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Sleman Berdayakan Masyarakat Melalui Program Padat Karya

Sleman
| Kamis, 06 Oktober 2022, 03:37 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement