Advertisement

Pasukan Amerika Serikat Diusir, Donald Trump Kini Mengancam Serang Irak

John Andhi Oktaveri
Senin, 06 Januari 2020 - 18:07 WIB
Budi Cahyana
Pasukan Amerika Serikat Diusir, Donald Trump Kini Mengancam Serang Irak Donald Trump - Reuters

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA - Setelah menabuh genderang perang dengan Iran, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini mengancam Irak setelah pasukan AS diusir dari Irak.

Ketegangan di Timur Tengah terjadi pada pekan lalu setelah Trump memerintahkan serangan udara di bandara Baghdad hingga menewaskan Jenderal Qaseem Soleimani yang merupakan petinggi militer Iran.

Advertisement

Kejadian itu membuat tensi kedua negara memanas dan Irak khawatir negaranya akan menjadi lokasi perang antara AS melawan Iran. Karena itu parlemen Irak mengambil tindakan dengan mengusir pasukan AS dan militer negara lainnya keluar dari Irak sehingga membuat Trump naik pitam.

"Jika mereka meminta kami untuk pergi, melakukannya dengan tidak ramah, kami akan menjatuhkan sanksi yang lebih berat dari sebelumnya. [Sanksi terhadap Irak] akan membuat sanksi untuk Iran terlihat lebih ringan," ujar Trump kepada wartawan di Air Force One seperti dikutip CNBC.com, Senin (6/1).

Trump marah lantaran merasa AS dirugikan jika pasukan militernya diusir. Sebab AS sudah membangun markas militer dengan menghabiskan uang yang banyak untuk membantu melawan milisi Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

"Kami memiliki pangkalan udara yang sangat mahal di sana. Biayanya miliaran dolar untuk membangun. [Dibangun] Jauh sebelum waktu ku. Kami tidak akan pergi kecuali mereka membayar kami untuk itu," kata Trump.

Sebelumnya Soleimani, kepala unit pasukan khusus di Korps Pengawal Revolusi Islam yang adalah arsitek utama operasi militer Iran di luar negeri. Dia terbunuh Kamis malam ketika meninggalkan bandara Baghdad, saat mobil konvoinya ditabrak oleh sebuah pesawat tak berawak yang diperintahkan langsung oleh presiden AS.

Salah satu dari mereka yang terbunuh bersamanya juga adalah pemimpin penting milisi Irak, Abu Mahdi al-Muhandis, yang juga wakil komandan milisi yang didukung Iran yang dikenal sebagai Pasukan Mobilisasi Populer.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement

alt

32 Tim DIY-Jateng Bertarung di Festival Sepak Bola Anak KU-10

Jogja
| Sabtu, 25 Juni 2022, 17:07 WIB

Advertisement

alt

Daftar 10 Kota Paling Layak Huni di Dunia

Wisata
| Sabtu, 25 Juni 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement