Rajin Blusukan demi Pilkada Solo seperti Bapaknya, Gibran Bantah Bangun Dinasti Politik

Putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka (ketiga kanan) menyalami warga saat akan berangkat mendaftar bakal calon Wali Kota di Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/12/2019). - Antara/Mohammad Ayudha
05 Januari 2020 20:07 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Anak sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, membantah membangun dinasti politik dengan mencalonkan diri sebagai Wali Kota Surakarta melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pada Pilkada 2020.

"Saya bisa menang dan bisa kalah serta bisa dicoblos bisa tidak," kata Gibran saat menghadiri Perkenalan, Silaturahim, dan Umbul Donga Mas Gibran di Kampung Ngaglik Kelurahan Mojosongo Kecamatan Jebres, Solo, Minggu (5/1/2020).

"Saya melalui tahapan-tahapan yang harus dilalui seperti yang bakal calon lainnya, dan semuanya melalui proses demokrasi," ujar Gibran.

Gibran menegaskan dirinya tidak ditunjuk oleh bapaknya menjadi calon wali kota.

"Semuanya melalui proses transparan, terbuka, dan demokrasi yang ada. Jadi tidak ada yang namanya dinasti politik."

Gibran meminta doa restu kepada warga semuanya agar prosesnya dilancarkan dan waktunya masih panjang hingga September mendatang. Jika waktunya sudah tepat dirinya bakal menyampaikan visi misinya maju sebagai calon Wali Kota Surakarta.

Acara Perkenalan, Silaturahim, dan Umbul Donga Mas Gibran di Kampung Ngaglik Kelurahan Mojosongo Kecamatan Jebres, Solo tersebut dihadiri seribuan sukarelawan dan warga setempat. 

Menurut Gibran acara tersebutmerupakan silaturahmi dan bukan kampanye karena Pilkada masih lama waktunya pada Juni-Juli mendatang.

"Saya hadir di tengah masyarakat Mojosongo hanya untuk sowan atau bertemu silaturahim, sekaligus menerima masukan atau keluhan, kritikan dari warga setempat yang datang sangat antusias ini. Kalau ada keluhan yang bisa saya selesaikan sekarang bisa langsung, tetapi jika tidak bisa akan dicatat menjadi pekerjaan rumah tangga saya," tutur Gibran.

"Jadi selama dua bulan terakhir ini, saya blusukan bertemu dengan warga, dan sowan dengan para tokoh-tokoh atau sesepuh serta para kiai untuk menerima masukan-masukan atau keluhan di kampung-kampung setempat." 

Sumber : Antara