Banjir Jabodetabek & Bekasi, 60 Orang Meninggal Dunia

Warga korban banjir mengungsi di Gelanggang Olahraga (GOR) Pengadegan, Jakarta, Kamis (2/1/2020). Sebanyak 1.424 warga terdampak banjir mengungsi di posko yang telah disiapkan di beberapa lokasi. - ANTARA/Reno Esnir
05 Januari 2020 13:17 WIB Annisa Margrit News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Banjir yang melanda Jabodetabek dan Banten memakan korban hingga 60 orang.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Sabtu (4/1/2020) pukul 23.00 WIB, 60 orang meninggal dunia dan dua orang masih hilang. Jumlah korban terbesar terjadi di Kabupaten Bogor, yakni sebanyak 16 orang, diikuti oleh Kota Bekasi dan Kabupaten Lebak yang masing-masing sembilan orang.

Sementara itu, dua orang yang masih hilang tercatat terjadi di Kabupaten Lebak.

Melalui laman resmi BNPB, seperti dikutip Bisnis pada Minggu (5/1/2020), Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi (Pusdatinkom) BNPB Agus Wibowo menyampaikan jumlah pengungsi turun dari 173.064 orang menjadi 92.261 orang karena sebagian pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing. Jumlah pengungsi terbanyak berada di Kota Bekasi dengan jumlah 70.002 jiwa, kemudian di Kabupaten Lebak sebanyak 4.450 orang, dan Jakarta Selatan (Jaksel) 4.209 orang.

Kota Bekasi juga menjadi tempat dengan jumlah titik pengungsi terbanyak, yaitu 75 titik. Berikutnya adalah Jaksel dengan 29 titik dan Kabupaten Bogor dengan 27 titik.

Adapun ketinggian air sudah berangsur surut, walaupun ada beberapa daerah yang tinggi airnya masih di atas 1 meter. Ketinggian air di Jakarta Barat masih berada di kisaran 0,7-1,5 meter dan di Jaksel masih di antara 0,3-1,2 meter.

Banjir di Kota Bogor dan Kota Depok disebut sudah surut sama sekali dengan ketinggian air 0 meter, sedangkan di Jakarta Pusat belum ada data yang tersedia.

Sumber : bisnis.com