Advertisement
PUPR Terjunkan Tim untuk Cari Tahu Penyebab Banjir
Ilustrasi. - Solopos/Nicolous Irawan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Banjir yang menerjang beberapa daerah di Indonesia membuat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerjunkan tim untuk mencari penyebabnya.
"Jadi tadi pagi mulai pukul 08.00 WIB kami berangkatkan 287 pegawai PU yang disebar sesuai dengan rekomendasi BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) di 180 titik yang saat ini kebanjiran untuk mensurvei penyebab banjir," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Kantor Presiden di Jakarta, Jumat (3/1/2020).
Advertisement
Basuki menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers bersama dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sosial Julari Batubara dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Kelimanya baru saja menghadiri rapat terbatas bersama dengan Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Istana Merdeka.
"Apakah ada tanggul yang jebol, apakah ada drainase yang tersumbat, apakah ada pompa yang rusak, atau yang lain-lain seperti kemarin di KM 24 tol Jakarta-Cikampek, kenapa banjir karena drainasenya tersumbat oleh kegiatan proyek lalu kita bongkar mudah-mudahan sekarang sudah, tadi malam sudah selesai," tambah Basuki.
BACA JUGA
Apalagi menurut Basuki, tanggal puncak musim hujan masih akan berlangsung beberapa hari ke depan.
"Karena menurut BMKG baru mulai masuk musim hujan dan puncaknya mungkin pada awal Februari sampai Maret. Sekarang mereka [tim PUPR] sedang di lapangan dari Jumat-Sabtu, Minggu kami kumpul, lalu identifikasi apa yang harus dilakukan, Senin [6/1/2020] kita lakukan," ungkap Basuki.
Basuki menjelaskan 11-15 Januari adalah puncak musim hujan pada Januari. "Karena tanggal 11, 12, 13, 14, 15 BMKG mengatakan sebagai puncak dari hujan di bulan Januari ini. Jadi kita semua harus bersiap-siap apa yang belum siap kemarin, kita harus lebih siap untuk menghadapi tanggal 11-15 Januari itu," tambah Basuki.
Selain itu, tim PUPR juga sudah menyelesaikan pembangunan terowongan Nanjung, Curug Jompong, Bandung.
"Yang telah bisa berdampak sangat besar dalam pengendalian banjir di daerah Dayeuhkolot yang biasanya banjir, terutama pada sebelum adanya terowongan dengan curah hujan yang lebih kecil dari yang terjadi setelah adanya terowongan, misalnya sebelumnya ada 300 milimeter itu sudah banjir, sudah tergenang tapi sekarang dengan lebih dari 400 milimeter masih belum tergenang," jelas Basuki.
Basuki menyampaikan hal itu berdasarkan testimoni beberapa warga yang disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kepadanya.
"Dan juga manfaat curug Jompong ini telah dapat menuraskan banjir di Dayeuhkolot yang biasanya 5-7 hari untuk mengeringkan, ini hanya 1 sampai 5 jam ada testimoni-testimoninya. kemudian di Lebak yang terjadi banjir bandang, kami melaporkan juga tindakan-tindakan yang sudah kami lakukan, untuk yang di Lahat kemudian di Sulawesi Selatan dan di Labuhanbatu kami belum melaporkan, karena sekarang bapak Wamen PUPR sedang di lapangan kami sedang berkomunikasi terus dampak dan kegiatan yang harus kita lakukan," tambah Basuki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : antara
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- BMKG Wanti-wanti Hujan Lebat di Jateng hingga Akhir Januari 2026
- PLN Hadirkan Tambah Daya Listrik Instan untuk Hajatan dan Proyek
- KPK Duga Modus CSR Dipakai dalam Aliran Dana Wali Kota Madiun
- OTT Madiun Seret Kepala Daerah hingga Swasta, Ini Rinciannya
- Guru dan Murid di Jambi Adu Jotos, Kasus Berujung Laporan ke Polda
Advertisement
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Cek Jadwal KRL Solo-Jogja Terbaru untuk 21 Januari 2026
- Update Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini, 21 Januari 2026
- Konsumsi Warga Kulonprogo Terendah se-DIY
- Frederic Injai Berpeluang Perkuat PSS Saat Menjamu Barito Putera
- KDMP di DIY Bisa Dibangun Tanpa Tunggu SK Gubernur
- Jadwal SIM Keliling Polda DIY Januari 2026, Ini Lokasi dan Jam Layanan
- Pemkot Jogja Terima Rp41,3 Miliar Dana Keistimewaan
Advertisement
Advertisement




