Advertisement

Gara-Gara Lampion, Puluhan Monyet di Kebun Binatang Jerman Mati

Newswire
Kamis, 02 Januari 2020 - 14:57 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Gara-Gara Lampion, Puluhan Monyet di Kebun Binatang Jerman Mati Ilustrasi monyet ekor panjang. - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, JERMAN - Kebakaran yang melanda kebun binatang di Jerman pada Rabu (1/1/2020) membuat puluhan monyet mati terbakar. Polisi Krefeld dalam pernyataannya mengutip AFP, Kamis (2/1/2020) menyatakan sedikitnya 30 hewan mati.

Kandang yang terbakar menampung gorila, orangutan, simpanse, dan marmoset (monyet terkecil). Hanya dua simpanse yang selamat, serta satu keluarga gorila di kandang terdekat.

Advertisement

"Ketakutan terburuk kami telah terwujud," bunyi pernyataan Kebun Binatang Krefeld, yang khusus menyimpan koleksi satwa primata di halaman Facebook-nya.

Para pengunjung yang bersedih atas kebakaran itu menyalakan lilin dan meninggalkan bunga di pintu masuk kebun binatang.

Temuan awal menunjukkan penyebab kebakaran dipicu oleh lampion kertas yang menggunakan api agar bisa terbang.

Tiga lampion bertuliskan keinginan Tahun Baru yang ditulis tangan ditemukan di puing-puing kandang yang terbakar. Lampion sebenarnya sudah dilarang di wilayah ini sejak 2009.

Polisi, yang telah meluncurkan penyelidikan sudah mewawancari sejumlah orang yang mungkin menerbangkan lampion tersebut.

Kebun binatang ini memiliki sekitar 1.000 hewan dan menarik sekitar 400.000 pengunjung setiap tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : okezone

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Kulonprogo Turunkan Ratusan Atlet POPDA DIY, 2 Cabor Kosong Peserta

Kulonprogo Turunkan Ratusan Atlet POPDA DIY, 2 Cabor Kosong Peserta

Kulonprogo
| Sabtu, 28 Maret 2026, 06:47 WIB

Advertisement

Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat

Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat

Wisata
| Kamis, 26 Maret 2026, 13:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement