Dewas KPK Tunggu Perpres Tata Kerja Pimpinan KPK Terbit

Dewan Pengawas KPK - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
31 Desember 2019 09:57 WIB Ilham Budhiman News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) masih menanti terbitnya Peraturan Presiden (Perpres). Sebab, saat ini, pemerintah masih menyusun draf Perpres tentang Organisasi dan Tata Kerja Pimpinan dan Organ Pelaksana Pimpinan KPK.

Perpres itu adalah turunan dari UU No.19/2019 Tentang Perubahan Kedua Atas UU No.30/2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Mengenai draf perpres ini Dewas akan diskusi dalam rapat yang direncanakan dalam minggu ini," tutur anggota Dewas KPK Albertina Ho, Senin (30/12/2019).

Hanya saja, dia tidak memperinci kapan rapat tersebut akan digelar. Adapun sejumlah anggota Dewas KPK saat ini masih cuti. 

Albertina juga tidak tahu kapan perpres akan diterbitkan Jokowi terutama soal pelaksanaan anggota Dewas KPK. Apalagi, Dewas sudah resmi dilantik pada Jumat (20/12/2019).

"Jadi sabar dulu," kata dia.

Dewas KPK menanti terbitnya perpres untuk dapat menjalankan pelaksanaan tugasnya secara keseluruhan.

Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean sebelumnya mengatakan pihaknya harus menunggu perpres dari Joko Widodo selaku presiden untuk melihat secara utuh gambaran kerja Dewas KPK.

"Sesuai dengan undang-undang, kami masih menunggu perpres yang mengatur tentang organ di KPK. Organ pendukung Dewan Pengawas. Itu diatur dengan Perpres. Jadi, kita tunggu," katanya.

Hal ini lantaran belum ada aturan turunan dari UU No.19/2019 tentang KPK sebagai dasar terbentuknya dewas sebagai organ baru di tubuh lembaga antirasuah. 

Adapun pada Pasal 37C UU No.19/2019 tersebut menyatakan bahwa dalam menjalankan tugas dewas akan dibentuk organ pelaksana pengawas. Ketentuan mengenai organ tersebut diatur dengan perpres.

Menurut Tumpak, setelah terbitnya perpres maka pihaknya akan segera menyusun struktur organisasi dewas dan buku manual. Kemudian menyusun aturan mengenai hubungan kerja antar sesama anggota dewas dan hubungan kerja dengan pimpinan KPK.

"Tentunya kami juga akan melihat perpres yang akan diterbitkan Presiden yang mengatur tentang organ dewan pengawas," ujar Tumpak.

Di sisi lain, dia menekankan bahwa pelaksanaan dewas ke depan akan mengikuti perintah UU baru KPK. 
Dewas KPK, menurutnya, akan mengawasi pelaksanaan tugas dan KPK; memberikan izin atau tidak memberikan izin penyadapan, penggeledahan, dan/atau penyitaan.

Kemudian, menyusun dan menetapkan kode etik pimpinan dan pegawai KPK; menerima dan menindaklanjuti laporan dari masyarakat mengenai adanya dugaan pelanggaran kode etik oleh pimpinan dan pegawai atau pelanggaran ketentuan dalam undang-undang ini.

Selanjutnya, menyelenggarakan sidang untuk memeriksa adanya dugaan pelanggaran kode etik oleh pimpinan dan pegawai dan melakukan evaluasi kinerja pimpinan dan pegawai KPK secara berkala satu kali dalam satu tahun.

"Itulah target kami."

Sumber : bisnis.com