Sejak Jokowi dan Prabowo Bersatu, Mahfud MD Mengklaim Kasus Ujaran Kebencian Turun Drastis

Mahfud MD saat memberikan keterangan kepada wartawan, Selasa (4/6/2019).- Harian Jogja - Yogi Anugrah
26 Desember 2019 19:37 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-Pemerintah mengklaim kasus ujaran kebencian saat ini menurun drastis.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengatakan ujaran kebencian yang sifatnya intoleran telah turun 80 persen pasca kabinet Indonesia Maju terbentuk.

"Alhamdulillah berdasarkan pantauan kami Sekarang ini, tadi Presiden mengatakan sekarang peristiwa-peristiwa ujaran kebencian yang sifatnya intoleran itu turun 80%," kata Mahfud dalam "Refleksi Akhir Tahun" di Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (26/12/2019).

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu tak memungkiri bersatunya dua gerbong dalam satu pemerintahan telah mengakhiri geliat polarisasi. Alhasil, fenomena ujaran kebencian bersifat intoleran pun dapat terkikis dengan sendirinya.

"Iya mungkin karena Pilpres sudah selesai, kemudian dua kubu (Prabowo-Jokowi) sudah bersatu sehingga tidak ada lagi (ujaran kebencian). Itu kan bagus," ucapnya.

Mahfud mengaku, mulanya dirinya tidak setuju ketika dua kubu, yakni Prabowo dan Jokowi bersama dalam satu pemerintahan. Namun faktanya, penggabungan dua kubu tersebut efeknya bagus, yakni menutup celah ujaran kebencian dan polarisasi.

"Terlepas dari saudara atau saya tidak setuju dengan penggabungan itu, tapi ternyata efeknya bagus," imbuhnya.

"Tidak usah mempersoalkan orang bergabung atau tidak bergabung, yang penting produknya aman, nyaman dan tenang, mudah-mudahan kondisi ini bisa menjadi pelakaran, kita nggak usah ribut-ribut lah (Pilpres) toh akhirnya bersatu juga," pungkas Mahfud.

Sumber : Okezone.com