Kementan Targetkan Tambahan 600.000 Sapi Perah hingga 2029
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Ilustrasi korban keracunan makanan/Antara
Harianjogja.com, SUKABUMI - Puluhan warga di dua desa: Desa Cisarua dan Desa Nagrak Utara, diduga keracunan makanan saat memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW, Sabtu (14/12) sekitar pukul 07.00 WIB.
"Dari pendataan yang kami lakukan jumlah warga yang mengalami gejala keracunan sebanyak 47 orang mereka merupakan warga Kampung Barujagong RT 04/10, Desa Cisarua dan Kampung Cisarua, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak," kata Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Minggu (15/12/2019).
Informasi yang dihimpun, keracunan massal ini berawal saat masyarakat menghadiri acara Mauludan di lokasi perbatasan antara Desa Cisarua dan Nagrak Utara pada Sabtu (14/12). Warga yang menghadiri acara tersebut pun diberikan paket makanan berisi telur, gudeg nangka, mie dan sambal.
Usai menyantap makanan itu, awalnya warga melakukan aktivitas seperti biasa namun, sekitar pukul 23.00 WIB atau Sabtu tengah malam satu persatu mulai mengalami gejala keracunan seperti pusing, mual, muntah-muntah dan diare.
Ternyata jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat keracunan makanan ini terus bertambah bahkan, pada Minggu (15/12) jumlah warga yang keracunan mencapai puluhan jiwa.
Seluruh korban pun langsung dilarikan ke Puskesmas Nagrak untuk mendapatkan pertolongan dari medis tapi, karena jumlah pasien yang membludak pukesmas tidak bisa menampung seluruh korban sehingga sebagian terpaksa harus menjalani perawatan seadanya.
"Kami sudah meminta tambahan velbed agar seluruh korban bisa mendapat perawatan medis dengan baik untuk mempercepat pemulihan kesehatannya," tambahnya.
Daeng mengatakan hingga saat ini pihaknya masih membantu evakuasi sejumlah warga yang diduga keracunan. Sebagian pun kondisinya sudah mulai membaik dan boleh diizinkan pulang untuk menjalani perawatan jalan.
Langkah penanganan ini pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah di dua desa tersebut, Tagana, Dinas Kesehatan, TNI, Polri dan sejumlah relawan potensi SAR lainnya untuk membantu evakuasi korban.
Pihak Dinkes Kabupaten Sukabumi pun sudah berada di lokasi untuk melakukan assesment, pendataan dan mengambil sampel makanan yang diduga menjadi pemicu terjadinya keracunan massal ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
SPLP Komdigi telah memproses 19,8 juta transaksi Perlinsos Digital yang mencakup 5,4 juta KK hingga 28 September 2026.
Korban pengeroyokan Kebon Bawang, EY (28), sempat diculik dan dianiaya di dua lokasi sebelum meninggal setelah tiga hari dirawat.
Budidaya louhan masih punya potensi ekonomi. Harga ikan berkualitas bisa mencapai Rp25 juta-Rp30 juta, tergantung kualitas dan hasil kontes.
Prabowo membahas tiga bantuan Kuartal IV 2026, mulai beras 10 kg, pembukaan rekening hingga subsidi upah Rp300.000 per bulan.
Danantara mengungkap rencana kepemilikan 5%-10% saham BEI dalam proses demutualisasi. Porsi konsorsium bisa mencapai 30%-40%.