20 Tahun Gempa Jogja 2006 Jadi Pelajaran Penting bagi BNPB
BNPB menilai pengalaman penanganan gempa Jogja 2006 penting untuk membangun resiliensi berkelanjutan dan ketahanan masyarakat.
Ketum PAN Zulkifli Hasan ketika memberikan sambutan dalam acara rapat kerja nasional (rakernas) ke-V di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12/2019)./Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) menggelar rapat kerja nasional (rakernas) ke-V di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12/2019).
Pada kesempatan itu, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengatakan bahwa tidak ada yang spesial dari penyelenggaraan Kongres Nasional 2020. Karena itu, ia meminta kepada seluruh kader PAN untuk tidak saling gontok-gontokan apalagi untuk pemilihan calon ketua umum PAN periode 2020-2025.
Pria yang akrab disapa Zulhas tersebut meminta kepada seluruh kader PAN untuk tidak menghardik kandidat-kandidat caketum PAN. Hal tersebut disampaikannya ketika memberikan sambutan dalam acara rapat kerja nasional (rakernas) ke-V di Hotel Millenium, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12/2019).
"Saya minta ke teman-teman jangan mau mencela saudara sendiri, pak Asman dan Mulfachri kan sahabat saya, kenapa dimarah-marah, semua punya karya di partai kita," ujar Zulhas.
Zulhas mengungkapkan selama perjalanannya, PAN bersusah payah untuk merekrut kader partai lain untuk dapat bergabung ke partai berlambang matahari tersebut. Karenanya menurut ia tidak pantas apabila kader-kader PAN sendiri malah saling ribut.
"Kami mati-matian mengajak orang masuk PAN, Sekjen Hanura bisa kita rekrut, Haji Lulung bisa kita rekrut dari PPP, Roma Irama bisa rekrut, kok kita sendiri masih gontok-gontokan?" ujarnya.
Zulhas juga menyatakan bahwa ia tidak memiliki keinginan yang terlalu banyak dalam penyelenggaraan Kongres PAN 2020 tersebut. Hanya saja ia berharap apabila kongres tersebut bisa berjalan sesuai dengan harapan.
"Itu saja sebetulnya yang saya ingin, kalau takdir semua sudah ada dari atas. Siapa yang jadi ketum partai nanti itu semua ada, kami berbuat sebaik-baiknya saja. Itu saja...," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
BNPB menilai pengalaman penanganan gempa Jogja 2006 penting untuk membangun resiliensi berkelanjutan dan ketahanan masyarakat.
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah mencabut gelar menantunya, Raabi'atul Adawiyyah. Keputusan berlaku segera tanpa pengumuman perceraian.
Gelombang tinggi di Kulonprogo merobohkan tiga warung di Pantai Trisik dan membuat air laut masuk ke dua rumah warga.
Gempa M 7,4 mengguncang Kolombia dan menewaskan 111 orang. Presiden Abelardo de la Espriella memimpin langsung penanganan bencana.
Stafsus Menhan Lenis Kogoya meminta TPNPB menghentikan kekerasan terhadap warga sipil Papua serta tidak mengganggu peringatan HUT ke-81 RI.
film berdurasi 1 jam 38 menit tersebut memberikan gambaran visual mengenai dampak penyalahgunaan narkoba sekaligus upaya pencegahannya.