Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Ramai Seusai Banjir
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Bupati Magelang, Zaenal Arifin beserta SKPD terkait meninjau lokasi bencana di Desa Girimulyo, Windusari, Minggu (2/12/2019)./ Ist-Dok Humas Pemkab Magelang
Harianjogja.com, MAGELANG-- Bencana angin kencang melanda di sejumlah wilayah Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang pada hari Sabtu (30/11/2019). Bupati Magelang, Zaenal Arifin, bersama beberapa SKPD terkait meninjau beberapa titik lokasi terjadinya bencana, Minggu (1/12/2019).
"Tentu kita sangat turut prihatin atas bencana yang telah menimpa saudara kita di Dusun Cepogo ini. Bencana angin kencang telah meluluhlantakkan beberapa rumah di tempat ini. Maka pemerintah hadir bersama seluruh elemen baik TNI, Polri, dan relawan untuk saling bergotong royong membantu saudara kita di tempat ini," ujar, Bupati Magelang, Zaenal Arifin disela-sela meninjau lokasi bencana angin kencang di Dusun Cepogo, Desa Girimulyo, Kecamatan Windusari, Magelang, Minggu (1/12/2019).
Menurutnya, Kabupaten Magelang memang memiliki potensi bencana yang tinggi. Keberadaan lima gunung yang mengelilingi wilayah Kabupaten Magelang juga menjadi salah satu faktor terjadinya bencana alam (tanah longsor dan angin puting beliung). Lima gunung tersebut meliputi Gunung Merapi, Merbabu, Menoreh, Sumbing dan Andong.
"Oleh karena itu, saya juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadinya bencana yang disebabkan oleh alam. Apalagi saat memasuki musim transisi dari kemarau ke musim penghujan," katanya.
Pasca bencana angin kencang tersebut, Pemerintah Kabupaten Magelang segera melakukan upaya tanggap darurat untuk memulihkan warga di lokasi terdampak bencana.
"Nanti pasti kita akan lakukan tanggap darurat. Karena dalam posisi seperti ini kemungkinan-kemungkinan masih bisa saja terjadi. Namun tanggap daruratnya berapa hari, saya masih harus menunggu kajian dari pihak BPBD," tutur Zaenal.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Susanto, menjelaskan lokasi terdampak angin kencang ini memang sudah kerap kali terkena bencana angin kencang.
"Tempat ini memang sudah lengganan, tetapi tidak sebesar kali ini," ungkap Edi.
Untuk diketahui, wilayah terdampak angin kencang meliputi Dusun Cepogo, Desa Girimulyo dengan kerusakan 36 rumah rusak ringan, 17 rumah rusak sedang, 2 rumah rusak berat. Untuk di Dusun Kwadaan, Desa Girimulyo 10 rumah rusak ringan. Sementara di Dusun Grogol, Desa Tanjungsari tercatat 6 rumah rusak ringan.
"Saat ini warga masih berada di posko-posko penampungan sementara. Bantuan logistik dan dapur umum juga sudah ada. Tim relawan dan warga sekitar juga sudah melakukan recovery [pembenahan kembali] rumah-rumah yang terdampak angin kencang," pungkas Edi. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.
Persib Bandung memastikan seluruh pemain dan ofisial aman usai diduga mendapat serangan oknum suporter setelah laga kontra PSM Makassar.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.