Sebulan Sebelum Dilantik, Pemenang Pilkades Batur Banjarnegara Hilang

Ahmad Fauzi - Antara/Facebook.com/Usman Moejahidin
26 November 2019 21:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, BANJARNEGARA—Ahmad Fauzi, 39, yang terpilih sebagai Kepala Desa Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, hilang sejak Selasa (12/11/2019) atau tiga bulan setelah memenangi Pilkades Batur.

“Pihak keluarga sudah melaporkannya ke Polsek Batur pada Sabtu [23/11/2019]. Laporannya, Pak Fauzi belum pulang sejak tanggal 12 November,” kata Kapolsek Batur AKP Agung Setiawan, Selasa (26/11/2019).

Saat dihubungi wartawan dari Banjarnegara, Kapolsek Agung Setiawan mengatakan berdasarkan keterangan dari keluarga, Fauzi pamit untuk berkoordinasi ke Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Banjarnegara dan Wonosobo.

Kepolisian saat ini sedang menyelidiki kasus ini dengan meminta keterangan, baik dari keluarga, kerabat, maupun komunitas-komunitas keagamaan yang diikuti Fauzi, termasuk Walhi. Selain itu, pelacakan juga dilakukan melalui telepon selulernya.

“Kami melacak keberadaan handphone tetapi mati. Barusan ada kabar, informasi FB-nya [Facebook] aktif dan upload kegiatan tausiyah,” katanya.

Kendati akun Facebook Ahmad Fauzi aktif, Kapolsek mengatakan Fauzi hingga saat ini tidak memberitahukan keberadaannya kepada keluarga. Saat dihubungi secara terpisah, Penjabat Kepala Desa Batur Martoyo mengatakan Ahmad Fauzi merupakan kades terpilih yang akan dilantik 11 Desember 2019.

Sebelum memenangi pemilihan kepala desa pada 31 Juli 2019 kemarin, kata dia, Ahmad Fauzi adalah perangkat desa dengan jabatan Kepala Urusan Perencanaan Desa Batur.

“Sebelum pergi, dia tidak pamit kepada saya. Hanya pamit kepada keluarga,” kata Martoyo yang juga Sekretaris Kecamatan Batur, Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara.

Ahmad Fauzi yang menjadi anggota Muhammadiyah dan dikenal sebagai ustaz itu sejak terjadinya kebakaran hutan di Gunung Petarangan, Batur, diketahui menjalin hubungan dengan Walhi terkait proses perbaikan lingkungan hutan setelah kebakaran.

Kabar mengenai hilangnya kades terpilih itu juga beredar melalui berbagai media sosial seperti grup Whatshapp maupun akun Facebook seperti Banjarnegara Terkini dan Usman Moejahidin.

Sumber : Antara