Survei LSI: Hanya 4% Muslim Indonesia yang Inginkan Syariat Islam

Foto aerial ribuan umat muslim mengikuti salat Idul Fitri 1438 H di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (25/6). Pemerintah menetapkan hari raya Idul Fitri 1438 H jatuh pada hari ini Minggu (25/6/2019). - Antara/Sigid Kurniawan
03 November 2019 21:47 WIB Samdysara Saragih News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA -- Tingkat penerimaan masyarakat Muslim Indonesia terhadap ideologi Pancasila meningkat. Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat 86,5% umat Islam yang menjadi responden berpandangan Pancasila dan UUD 1945 adalah paket terbaik untuk bangsa.

Hanya 4,0% responden Muslim yang berpandangan Pancasila dan UUD 1945 perlu diganti dengan syariat Islam. Sesekitar 1,8 persen responden menghendaki ideologi lain. Adapun, sebanyak 7,7 persen responden sisanya tidak menjawab atau menjawab tidak tahu ketika ditanya oleh LSI.

Survei LSI berlangsung sepanjang 8-17 September 2019 terhadap 1.550 responden yang diwawancarai secara tatap muka. Dari jumlah tersebut, sebanyak 88,7 persen beragama Islam dan ditanya pandangan mereka mengenai Pancasila dan konstitusi.

Survei LSI ini menunjukkan semakin meningkatnya penerimaan terhadap Pancasila dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2016, tercatat hanya 82,3% responden Muslim yang menerima Pancasila, lalu naik menjadi 84,3 persen pada 2017, sempat turun menjadi 83,2 persen pada 2018, lalu naik lagi pada tahun ini.

"Tampak terjadi tren penguatan keyakinan bahwa Pancasila dan UUD 1945 adalah landasan berbangsa dan bernegara yang paling baik," tulis LSI dalam hasil surveinya yang dirilis di Jakarta, Minggu (3/11/2019).

Responden dalam survei LSI adalah warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilu alias berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah. Marjin kesalahan survei +/-2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia