Advertisement
Survei LSI: Hanya 4% Muslim Indonesia yang Inginkan Syariat Islam
Foto aerial ribuan umat muslim mengikuti salat Idul Fitri 1438 H di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (25/6). Pemerintah menetapkan hari raya Idul Fitri 1438 H jatuh pada hari ini Minggu (25/6/2019). - Antara/Sigid Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA -- Tingkat penerimaan masyarakat Muslim Indonesia terhadap ideologi Pancasila meningkat. Lembaga Survei Indonesia (LSI) mencatat 86,5% umat Islam yang menjadi responden berpandangan Pancasila dan UUD 1945 adalah paket terbaik untuk bangsa.
Hanya 4,0% responden Muslim yang berpandangan Pancasila dan UUD 1945 perlu diganti dengan syariat Islam. Sesekitar 1,8 persen responden menghendaki ideologi lain. Adapun, sebanyak 7,7 persen responden sisanya tidak menjawab atau menjawab tidak tahu ketika ditanya oleh LSI.
Advertisement
Survei LSI berlangsung sepanjang 8-17 September 2019 terhadap 1.550 responden yang diwawancarai secara tatap muka. Dari jumlah tersebut, sebanyak 88,7 persen beragama Islam dan ditanya pandangan mereka mengenai Pancasila dan konstitusi.
Survei LSI ini menunjukkan semakin meningkatnya penerimaan terhadap Pancasila dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2016, tercatat hanya 82,3% responden Muslim yang menerima Pancasila, lalu naik menjadi 84,3 persen pada 2017, sempat turun menjadi 83,2 persen pada 2018, lalu naik lagi pada tahun ini.
"Tampak terjadi tren penguatan keyakinan bahwa Pancasila dan UUD 1945 adalah landasan berbangsa dan bernegara yang paling baik," tulis LSI dalam hasil surveinya yang dirilis di Jakarta, Minggu (3/11/2019).
Responden dalam survei LSI adalah warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dalam pemilu alias berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah. Marjin kesalahan survei +/-2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Padusan Jelang Ramadan, SAR Siagakan Puluhan Personel di Pantai
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Pertamina Tambah 7,8 Juta LPG 3 Kg Jelang Imlek dan Ramadan
- Saksi Sebut Dana Hibah Pariwisata Sleman Dipotong Rp3 Juta
- Kepulangan Warga Gaza di Rafah Diwarnai Intimidasi dan Pelecehan
- Kadin DIY Kukuhkan Pengurus, Siap Perkokoh Ekonomi
- PSS Sleman Menang Dramatis 3-1 atas Deltras, Amankan Puncak Klasemen
- BPJS PBI Dinonaktifkan, Pemkab Bantul Siapkan Dana BTT
- ACC Panaskan Pasar Otomotif Jogja Lewat Carnival 2026
Advertisement
Advertisement







