Brankas di Sentul Dibobol, Polisi Sita Emas dan Valas Rp476 Miliar
Polisi menyita emas 74 kg, dolar AS, dolar Singapura, dan uang tunai dari rumah mewah di Sentul dengan total nilai mencapai Rp476 miliar.
Prabowo Subianto/Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Juru bicara pribadi Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut Prabowo tidak akan mengambil gajinya sebagai Menteri Pertahanan.
Dahnil menyampaikannya melalui akun Twiiter sebagai penjelasan mengenai kabar tersebut. "Saya ingin mengonfirmasikan kepada sobat semua khususnya sobat pewarta terkait dengan informasi yang menyatakan Pak Prabowo tidak akan mengambil gajinya sebagai menteri di Kemhan RI adalah benar," tulis Dahnil dalam akun Twitternya, Rabu (30/10/2019).
Dahnil mengatakan keputusan untuk tidak mengambil gaji sebagai menteri itu dipilih Prabowo semata-mata karena komitmennya mengabdi kepada negara.
"Sejak awal beliau masuk politik, berkomitmen untuk mengabdi bagi kepentingan bangsa dan negara," tulis Dahnil.
Presiden RI Joko Widodo menunjuk Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024, menggantikan pejabat lama, Ryamizard Ryacudu.
Sejak dilantik sebagai Menhan, Ketua Umum Partai Gerindra itu juga masih setia menggunakan mobil pribadinya, Toyota Alphard, meski sudah disediakan mobil dinas menteri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polisi menyita emas 74 kg, dolar AS, dolar Singapura, dan uang tunai dari rumah mewah di Sentul dengan total nilai mencapai Rp476 miliar.
IHSG berpotensi lanjut melemah akibat konflik AS-Iran, kenaikan harga minyak, dan ancaman capital outflow dari pasar Indonesia.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo melantik Budi Santosa Asrori sebagai Sekda. Diminta hadirkan inovasi dan ubah budaya kerja birokrasi.
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp18.066 per dolar AS akibat konflik AS-Iran, lonjakan yield obligasi AS, dan sentimen The Fed.
Iran ancam balasan keras usai serangan AS. Trump klaim jadi target pembunuhan nomor satu di tengah memanasnya konflik kedua negara.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus menunjukkan fundamental bisnis yang solid di tengah dinamika ekonomi global dan industri perbankan nasional.